Sebanyak 450 personel gabungan dikerahkan Pemerintah Kota Tangerang untuk menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawakucing. Sejak api terpantau pada Jumat siang, seluruh unsur terkait langsung bergerak ke lokasi demi mempercepat proses pemadaman dan mencegah kobaran meluas ke area sekitar.
Seluruh OPD turun tangan
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Tangerang, Mualim, mengatakan personel dari BPBD, DLH, PUPR, Disbudpar, hingga Satpol PP ikut diterjunkan. Menurut dia, langkah ini diambil setelah informasi kebakaran diterima sekitar pukul 14.00 WIB. “Semua personil dari OPD kita kerahkan untuk membantu petugas BPBD yang melakukan proses pemadaman,” ujarnya di Tangerang, Jumat.
Tidak hanya tenaga manusia, sejumlah armada juga dimaksimalkan. Pemkot Tangerang menurunkan 24 mobil pemadam kebakaran, 20 mobil tangki pertamanan, empat unit mobil tangki DLH, serta kendaraan milik Perumda Tirta Benteng. Seluruh sarana yang tersedia di lingkungan pemerintah kota dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman di TPA Rawakucing.
Api masih diupayakan dipadamkan
Hingga malam, kebakaran masih belum sepenuhnya terkendali. Kepala BPBD Kota Tangerang, Maryono Hasan, menyebut fokus utama petugas adalah memutus jalur penyebaran api agar tidak merembet ke kawasan pemukiman maupun lingkungan di sekitarnya. Ia menegaskan seluruh personel terus bekerja di lapangan secara bergantian untuk menahan laju api.
“Jangan sampai memakan kawasan pemukiman atau lingkungan sekitar. Semua personel terus bergerak, bahu membahu melakukan yang terbaik untuk api yang diharapkan cepat padam,” kata Maryono.
Bantuan dari luar daerah ikut berdatangan
Pantauan di lokasi menunjukkan tambahan armada dari daerah lain ikut membantu proses pemadaman. Selain mobil damkar lintas wilayah, kendaraan water canon milik kepolisian juga terlihat berada di area kebakaran untuk memperkuat penanganan di lapangan. Dengan kondisi yang masih dinamis, fokus utama petugas saat ini adalah menekan titik api agar tidak berkembang lebih jauh.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
