Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa bumi magnitudo 5,9 terjadi di wilayah Laut Banda, Maluku. Gempa ini terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam di bawah Laut Banda.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa ini merupakan jenis gempa bumi menengah yang disebabkan oleh adanya deformasi batuan dalam slab lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda. Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik. Namun, pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Daryono juga mengupdate informasi bahwa kekuatan gempa ini telah direvisi dari magnitudo 6,1 menjadi magnitudo 5,9. Episenter gempa terletak pada koordinat 7,41 lintang selatan dan 129,40 bujur timur, tepatnya di laut dengan jarak 196 km arah timur laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku. Kedalaman gempa ini mencapai 159 km.
Gempa ini dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas III-IV MMI (modified mercally intensity), yang berarti dirasakan oleh banyak orang dalam rumah. Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang diakibatkan oleh gempa ini.
Hingga pukul 12.54 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Selain itu, mereka juga diminta memeriksa dan memastikan bahwa bangunan tempat tinggal mereka cukup tahan gempa sebelum kembali ke dalam rumah.
BMKG juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

