Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua telah melepasliarkan 29 satwa yang dilindungi di sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop, wilayah administratif Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan pada BBKSDA Papua, Taufik Mubarak, mengatakan bahwa jenis-jenis satwa yang dilepasliarkan meliputi lima Burung Cenderawasih Kuning Kecil (Paradisaea Minor), dua Kakatua Koki (Cacatua Galerita), enam Perkici Kelapa (Trichoglossus Haematodus), dan 10 Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory).
Selain itu, ada juga tiga Kadal Papua (Varanus sp), satu Boa Tanah (Candoia Aspera), satu Buaya Irian (Crocodylus Novaeguineae), dan satu Kuskus (Phalanger Orientalis). Menurut Taufik, semua satwa tersebut dalam keadaan sehat dan layak untuk dilepasliarkan. Beberapa satwa hasil pengamanan dan sebagian lainnya diserahkan oleh masyarakat secara sukarela.
Taufik Mubarak menyampaikan harapannya agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menjaga satwa liar di habitat alaminya. Kepala BBKSDA Papua, AG Martana, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam pelaksanaan lepasliar dan berhasil mengamankan satwa endemik daerah tersebut.
AG Martana juga menyatakan bahwa kerja sama para pihak dalam pengendalian peredaran satwa liar Papua yang dilindungi telah berjalan dengan baik, sehingga banyak tindakan ilegal terhadap satwa liar berhasil digagalkan selama tahun 2023. Pihaknya berharap agar kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem semakin baik ke depannya, sehingga tidak ada lagi tindakan ilegal terhadap satwa liar Papua yang dilindungi.
Sumber : Antaranews

