Google digugat di beberapa negara karena kasus dugaan monopoli. Kasus ini pertama kali mencuat di Amerika Serikat, kemudian menyebar ke Eropa, dan saat ini telah sampai ke Asia, di Jepang. Komisi Perdagangan Adil Jepang (JFTC) sedang melakukan penyelidikan terhadap Google atas dugaan pelanggaran Undang-Undang antimonopoli dalam layanan pencarian web.
JFTC mengatakan bahwa Google diduga memaksa pembuat smartphone Android memasang aplikasi Google Search dan Google Chrome melalui aplikasi Google Play. Hal ini menuai kecurigaan bahwa Google mengesampingkan aktivitas bisnis pesaing dan membatasi aktivitas bisnis mitra bisnisnya di pasar layanan pencarian. Salah seorang pejabat JFTC menyatakan bahwa masalahnya bukanlah penggunaan luasnya layanan Google, tetapi masalah persaingan yang tidak sehat.
Tidak hanya di Jepang, Google juga menghadapi gugatan di Amerika Serikat. Departemen Kehakiman AS menuduh Google Alphabet membayar sekitar US$10 miliar per tahun kepada pembuat perangkat seperti Apple, perusahaan nirkabel seperti AT&T, dan pembuat browser seperti Mozilla untuk mempertahankan pangsa pasar mesin pencari Google di sekitar 90%. Dalam persidangan terakhir, diketahui bahwa jumlah yang dibayarkan Google bahkan mencapai US$26 miliar pada tahun 2021.
Mesin pencari Google merupakan aset penting bagi bisnis Google, yang menghasilkan pendapatan dari penjualan iklan dan sektor-sektor keuntungan lainnya. Kasus ini dianggap sebagai kasus yang sangat penting karena berkaitan dengan masa depan internet. Kenneth Dintzer menyatakan bahwa Google secara ilegal mulai mempertahankan monopolinya sejak tahun 2010. Namun, pengacara Google, John Schmidtlein, berpendapat bahwa pembayaran yang dilakukan Google kepada mitra adalah sebagai kompensasi untuk memastikan pembaruan keamanan dan pemeliharaan perangkat lunak.
Schmidtlein juga menambahkan bahwa pengguna saat ini memiliki banyak pilihan mesin pencari dan banyak cara untuk mengakses informasi online. Jika pengguna tidak puas dengan Google, mereka dapat dengan mudah mengganti aplikasi Google dari perangkat mereka atau menggunakan mesin pencari alternatif seperti Microsoft Bing, Yahoo, atau DuckDuckGo.

