Tekanan Ekspor Diprediksi Akan Menyebabkan Penurunan Ekonomi Indonesia

Date:

Jakarta, CNBC Indonesia- Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 11 lembaga memperkirakan surplus neraca perdagangan pada Oktober 2023 akan mencapai USD 3,0 miliar seiring dengan kian menurunnya harga komoditas.
Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho menilai menurunnya surplus neraca dagang terjadi imbas turunnya ekspor di tengah pelemahan ekonomi China sebagai mitra dagang utama RI.
Selain itu melemahnya harga komoditas sawit dan batu bara turut menekan ekspor meski di sisi lain kinerja impor juga akan menurun sehingga neraca dagang masih akan surplus meski nilainya melemah.
Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Danang Girindrawardana menyoroti kondisi surplus neraca dagang yang saat ini masih didominasi oleh sektor komoditas sehingga tidak berpengaruh terhadap sektor manufaktur. Oleh karena itu, tren ini tidak terlalu berdampak ke sektor riil.
Seperti apa ulasan terkait neraca dagang RI? Selengkapnya simak dialog Bramudya Prabowo dengan Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho dan Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Danang Girindrawardana dalam Squawk Box , CNBC Indonesia (Rabu, 15/11/2023)

Berita POpuler

Berita Terkait
Related

Kritik Kebijakan Fiskal-Moneter di Sumatera dalam Dua Pekan Bencana

Profesor Ekonomi dari Universitas Andalas, Prof. Syafruddin Karimi, mengkritik...

Polisi Berhasil Menangkap Jambret di Stasiun MRT Haji Nawi

Kepolisian berhasil menangkap pelaku jambret yang membawa aksi di...

Airdrop Darurat di Daerah Bencana: Studi Kasus dan Praktik

Airdrop mendukung keberhasilan taktis pada operasi udara kompleks.

Fungsi Unggulan Xiaomi Watch S4 & OpenWear Stereo Pro

Tren gaya hidup aktif semakin marak di masyarakat Indonesia,...