Seorang hacker yang dikenal sebagai Jimbo diketahui telah menjual data daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 204 juta dari situs web KPU. Para ahli siber pun telah mengungkapkan bagaimana hacker tersebut berhasil membobol situs web KPU dan mencuri data.
Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, memperkirakan bahwa hacker berhasil mendapatkan akses ke admin situs web KPU. Cara yang digunakan dapat bermacam-macam, mulai dari phishing, rekayasa sosial, hingga malware.

