Potensi Besar dari Listrik Tenaga Nuklir untuk Mengurangi Emisi Karbon Dioksida

Date:

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan teknologi nuklir telah digunakan dalam ketenagalistrikan sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir yang berkontribusi besar dalam mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan sektor pembangkitan.

Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rohadi Awaludin mengatakan sekitar 10 persen listrik di dunia saat ini dihasilkan dari PLTN.

“Jadi, (PLTN) ini penting untuk mencapai net zero emmision,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Rohadi menuturkan PLTN akan dibangun di Indonesia dalam waktu dekat untuk mencapai netralitas karbon.

“Dari Kementerian ESDM akan memperkenalkan PLTN pada 2032 atau 2035. Kami yakin PLTN akan digunakan di Indonesia dalam waktu dekat untuk mencapai net zero emmision,” katanya.

BRIN mencatat setidaknya ada dua keuntungan dari PLTN, yaitu tidak menghasilkan karbon dioksida dan faktor kapasitas sangat tinggi bisa menyuplai energi dengan sangat stabil.

Rohadi mengungkapkan bahwa BRIN sedang mengembangkan desain PLTN dan telah memiliki kolaborator.

“Kami berkolaborasi dengan beberapa negara dan beberapa institusi untuk desain tersebut,” ucapnya.

“Kami juga mendukung badan usaha, karena kita tahu bahwa berdasarkan peraturan, PLTN komersial harus dibangun oleh badan usaha, termasuk badan usaha milik negara,” imbuh Rohadi.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN Djarot Sulistio Wisnubroto menyampaikan energi nuklir merupakan pilihan terbaik di era modern saat ini.

“Energi listrik merupakan faktor utama dan tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Energi nuklir merupakan pilihan yang baik untuk generasi masa depan kita dan sangat aman,” ujarnya.

Djarot yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) tersebut mengungkapkan pihaknya telah melakukan survei publik selama bertahun-tahun mulai 2010 hingga 2016 tentang respon masyarakat terhadap nuklir.

Berita POpuler

Berita Terkait
Related

Kritik Kebijakan Fiskal-Moneter di Sumatera dalam Dua Pekan Bencana

Profesor Ekonomi dari Universitas Andalas, Prof. Syafruddin Karimi, mengkritik...

Polisi Berhasil Menangkap Jambret di Stasiun MRT Haji Nawi

Kepolisian berhasil menangkap pelaku jambret yang membawa aksi di...

Airdrop Darurat di Daerah Bencana: Studi Kasus dan Praktik

Airdrop mendukung keberhasilan taktis pada operasi udara kompleks.

Fungsi Unggulan Xiaomi Watch S4 & OpenWear Stereo Pro

Tren gaya hidup aktif semakin marak di masyarakat Indonesia,...