Ilija Spasojevic Klarifikasi Usai Unggahan yang Disorot Publik, Tegaskan Tetap Hormati Shin Tae-yong
Unggahan Instagram Ilija Spasojevic sempat memicu tafsir beragam. Striker naturalisasi Bali United itu dianggap menyelipkan sindiran untuk pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, setelah menulis komentar bernada bercanda usai menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali sebagai warga negara Indonesia pada Rabu, 14 Februari 2024.
Dalam foto yang ia bagikan, Spaso memperlihatkan jari kelingking bertinta ungu sebagai tanda telah mencoblos. Namun, perhatian publik justru tertuju pada caption yang menyebut bahwa mencoblos adalah “tugas negara” satu-satunya yang bisa ia jalani sejak Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia. Kalimat itu dinilai merujuk pada minimnya kesempatan Spaso tampil reguler di skuad Garuda.
Klarifikasi: Pelatih Punya Hak Penuh Menentukan Striker
Melalui pernyataan yang dikutip dari laman resmi Bali United, Spaso kemudian meluruskan maksud unggahannya. Ia menegaskan tidak bermaksud menyerang atau merendahkan keputusan pelatih. Menurutnya, pemilihan pemain sepenuhnya berada di tangan Shin Tae-yong, termasuk untuk posisi penyerang.
“Saya pikir itu adalah pilihan dari pelatih di Timnas dan saya tahu semua orang punya pendapat serta pikiran yang berbeda-beda soal tipikal striker Timnas,” ujar Spaso.
“Yang pasti semua ada di tangan pelatih kepala dan dia tahu tipikal pemain yang dibutuhkan untuk posisi lini depan itu,” tambahnya.
Siap Jika Dipanggil Lagi ke Timnas Indonesia
Spaso juga menegaskan dirinya tetap siap kapan pun Timnas Indonesia membutuhkan tenaga tambahan di lini depan. Pemain yang telah mengoleksi tiga trofi Liga 1 di Indonesia itu menyebut sikap profesional menjadi pegangan utamanya.
“Saya selalu siap karena sebagai pesepak bola profesional untuk urusan tugas negara pasti akan all out untuk Timnas Indonesia,” pungkasnya.
Di tengah sorotan publik, klarifikasi ini sekaligus menegaskan bahwa unggahan Spaso lebih bernuansa candaan pribadi ketimbang kritik terbuka. Meski begitu, pernyataannya kembali membuka pembahasan lama soal persaingan ketat di lini depan Timnas Indonesia dan keputusan teknis yang sepenuhnya berada di bawah otoritas pelatih kepala.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
