Kapuas Hulu — Di tengah medan yang serba sulit dan cuaca yang tak selalu bersahabat, dua personel Polres Kapuas Hulu, Bripka Heribertus Yopi dan Bripda Andi Tito Hendrawan, menunjukkan bahwa pengamanan Pemilu bukan sekadar tugas rutin. Mereka harus memastikan surat suara tiba di TPS dengan selamat, meski jalur yang ditempuh jauh dari kata mudah.
Perjalanan Lima Hari Demi Surat Suara
Pengawalan surat suara di Kabupaten Kapuas Hulu menjadi gambaran nyata beratnya tugas aparat di wilayah pelosok. Dengan menempuh perjalanan selama 5 hari, keduanya menggunakan long boat dan perahu ces, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai tujuan. Situasi ini memperlihatkan bahwa distribusi logistik pemilu di daerah terpencil membutuhkan tenaga, kesabaran, dan komitmen yang besar.
Hujan, Arus Ekstrem, dan Medan Sulit
Selama perjalanan, hujan lebat dan air pasang dengan arus yang ekstrem menjadi tantangan tambahan. Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat laju perjalanan, tetapi juga meningkatkan risiko di lapangan. Namun, kedua personel Polres Kapuas Hulu tetap melanjutkan tugas mereka demi memastikan surat suara sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tepat waktu dan dalam kondisi aman.
Dedikasi Polri di Ujung Negeri
Langkah Bripka Heribertus Yopi dan Bripda Andi Tito Hendrawan menjadi pengingat bahwa pengamanan Pemilu di wilayah perbatasan dan pelosok memerlukan pengabdian yang nyata. Di balik proses demokrasi yang terlihat sederhana di bilik suara, ada kerja panjang yang sering berlangsung dalam diam. Perjuangan mereka mencerminkan loyalitas Polri dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024. (*/Amad)
Source link
