BMKG: Beberapa daerah di Indonesia masih berpotensi hujan deras

Date:

BMKG Ingatkan Hujan Deras Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Cuaca di banyak daerah Indonesia belum sepenuhnya stabil. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini karena hujan lebat, petir, dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk beberapa provinsi besar di Pulau Jawa dan luar Jawa.

Belasan daerah masuk status waspada

Berdasarkan laman BMKG yang dipantau di Jakarta, Sabtu pagi, hujan diprakirakan turun di banyak wilayah Indonesia. Sebanyak 12 daerah tercatat berstatus waspada karena potensi dampak hujan lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas maupun risiko bencana hidrometeorologi.

Daerah yang masuk kategori waspada itu meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Yogyakarta, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Kalimantan Tengah, dan Papua.

Sejumlah wilayah lain juga berpotensi terdampak

BMKG juga menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi melanda Bengkulu, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Banten, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, dan NTB. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman cuaca basah tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan, melainkan menyebar di beberapa pulau sekaligus.

Untuk wilayah timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan disertai petir dapat terjadi di Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanibar pada sore hari. Adapun Jambi, Banjarmasin, Palembang, dan Palangka Raya diperkirakan mengalami hujan sedang pada pagi hari.

Jakarta relatif lebih tenang, tapi belum sepenuhnya cerah

Kondisi cuaca di DKI Jakarta pada Sabtu ini cenderung lebih bersahabat dibanding sejumlah daerah lain. Pada pagi hari, mayoritas wilayah ibu kota diprakirakan berawan, sementara Kepulauan Seribu justru berpeluang diguyur hujan.

Memasuki siang hari, hujan ringan diprediksi turun di sebagian besar wilayah Jakarta, kecuali Jakarta Timur yang diprakirakan cerah berawan. Adapun pada malam hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diprakirakan bergerak dari cerah berawan menuju berawan.

BMKG sebut cuaca ekstrem dipicu tiga bibit siklon

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada Jumat (15/3) mengatakan potensi cuaca ekstrem yang dapat berujung kebencanaan meningkat di sebagian besar daerah hingga sepekan ke depan. Salah satu pemicunya adalah intervensi tiga Bibit Siklon Tropis sekaligus.

Ketiga sistem itu, yakni Bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P, terpantau berada di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia. BMKG menilai keberadaan ketiganya memberi pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan.

Berdasarkan analisis meteorologi, Bibit Siklon Tropis 91S memiliki kecepatan angin maksimum 30-35 knots atau 56–65 km/jam, dengan tekanan udara di pusat sistem sebesar 994 hPa dan bergerak ke arah tenggara. Peluangnya berkembang menjadi siklon tropis berada pada kategori sedang-tinggi.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 94S memiliki kecepatan angin maksimum 15-20 knots atau 28–37 km/jam, tekanan udara 999,9 hPa, bergerak ke arah timur-tenggara, dan peluang menjadi siklon tropis masih tergolong rendah. Bibit Siklon Tropis 93P juga berada pada kategori rendah, dengan kecepatan angin maksimum 20-25 knots atau 37–46 km/jam, tekanan udara 1003 hPa, dan pergerakan ke arah tenggara.

Selain hujan dan angin kencang, BMKG turut memprediksi pada 15 Maret-16 Maret 2024 sebagian besar wilayah pesisir Indonesia berisiko mengalami gelombang tinggi dan banjir pesisir atau rob. Informasi itu disampaikan melalui peringatan dini gelombang tinggi yang dipublikasikan di akun Instagram @infobmkg.

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Penangguhan Bansos Pelaku Judol: Dampak Jera yang Penting

Mengenai Penyalahgunaan Bantuan Sosial untuk Judi Online: Surahman Mendorong...

Cerita Kriminal Terbaru: Dugaan Penistaan Agama & Pencurian Raket Padel

Ringkasan Peristiwa Kriminal dan Keamanan di Jakarta Peristiwa Terkait Kriminal...

Mencegah Gagal Bayar: Siasat Terbaik SEO

Pangandaran Siap Hadapi Tantangan Fiskal dengan Langkah Preventif Pada penghujung...

Pengacara Magang Didakwa Peras Pengusaha Muda: Analisis Kasus

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan dakwaan terhadap kasus pemerasan...