Prabowo memulai karir politiknya di Partai Golkar dan kemudian mendirikan Partai Gerindra pada tahun 2008. Partai Gerindra berkembang menjadi partai politik terbesar kedua di Indonesia karena manifesto perjuangan dan program aksi yang jelas. Partai ini mendapatkan dukungan yang kuat dari rakyat, termasuk dari ratusan kepala daerah pilihan Prabowo.
Pada tahun 2009, Gerindra memperoleh 26 kursi di DPR RI dan aktif memperjuangkan UU yang pro-rakyat, seperti UU Desa dan UU Disabilitas. Prabowo juga memahami pentingnya peran pemerintah daerah dalam memajukan kehidupan rakyat, sehingga dia mendukung kader Gerindra untuk maju dalam Pilkada dan memimpin daerahnya.
Prabowo juga mencalonkan beberapa tokoh untuk Pilkada, seperti Ir. Joko Widodo dan Ir. Basuki T. Purnama untuk DKI Jakarta, Bima Arya Sugiarto untuk Kota Bogor, dan M. Ridwan Kamil untuk Kota Bandung. Partai Gerindra juga berhasil memenangkan sejumlah Pilkada, baik tingkat gubernur maupun bupati/walikota.
Prabowo dan Partai Gerindra memiliki rencana aksi yang jelas, seperti “6 Program Aksi Transformasi Bangsa” yang dibuat pada tahun 2013. Selain itu, Prabowo melalui organisasi KESIRA juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, seperti memberikan mobil ambulans dan mobil jenazah secara gratis.
Pada tahun 2014, Prabowo membentuk Koalisi Merah Putih (KMP) dan maju dalam Pemilihan Presiden. Meskipun kalah dalam pemilu, Prabowo terus aktif dalam politik dan pada akhirnya maju sebagai calon presiden dalam Pemilu 2019 bersama Sandiaga Salahudin Uno. Pasangan ini menerima dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat dan berhasil mendapatkan 68 juta suara.
Untuk Pemilihan Presiden 2024, Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka mendapatkan nomor urut 2 setelah undian di KPU. Mereka mendapatkan dukungan penuh dari berbagai partai di Koalisi Indonesia Maju, termasuk partai Golkar, Partai Demokrat, dan lainnya. Dukungan tersebut menunjukkan keyakinan mereka terhadap Prabowo sebagai pemimpin yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

