Pontianak — Suasana silaturahmi mewarnai Pendopo Gubernur Kalimantan Barat saat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat ikut menghadiri Halal Bihalal Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalbar, Minggu (05/05). Kehadiran Kanwil Kemenkumham Kalbar diwakili Kepala Bidang Yantah, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Rupbasan, dan Keamanan, Herry Suhasmin, Bc.I.P., S.H., M.H.
Silaturahmi lintas unsur di Pendopo Gubernur
Acara tersebut tidak hanya dihadiri jajaran PWNU, tetapi juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, para ketua dan pengurus cabang NU kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuka masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini membuat kegiatan Halal Bihalal menjadi ajang pertemuan yang mempertemukan unsur pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam satu forum.
PWNU Kalbar luncurkan wakaf sekretariat
Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua PWNU Kalbar, Prof. Dr. KH. Syarif, MA. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan launching wakaf pembangunan Sekretariat PWNU Kalbar, penyerahan piagam penghargaan, serta penayangan video mengenai sekretariat tersebut. Suasana kemudian ditutup dengan tausiyah Halal Bihalal oleh KH Reza Ahmad Zahid, Katib PBNU, yang memperkuat nuansa kebersamaan dalam pertemuan itu.
Pesan persatuan dari pemerintah daerah
Dalam sambutan Pj. Gubernur Kalbar yang dibacakan Pj. Sekda Kalbar Mohammad Bari, Halal Bihalal disebut sebagai tradisi yang mulia dan bermakna mendalam. Momen ini dinilai menjadi sarana saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan membangun persatuan umat Islam. Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada PWNU Kalbar atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, sekaligus berharap sinergi antara PWNU dan pemerintah daerah terus menguat untuk mendukung pembangunan Kalimantan Barat yang lebih maju dan sejahtera.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
