Soal Lawan Kotak Kosong, Ini Jawaban Gus Yani
Pilkada Gresik 2024 memasuki fase yang tak biasa. Gus Yani bersama pasangannya, dr Asluchul Alif, resmi mendapat nomor urut 1 dan menjadi pasangan calon tunggal yang akan berhadapan dengan kotak kosong. Situasi ini memunculkan pertanyaan soal bagaimana mereka akan menggerakkan kampanye di tengah minimnya kompetitor. Gus Yani punya jawaban sendiri: yang berubah bukan tujuan politiknya, melainkan cara menyampaikan program kepada warga.
Kampanye Tetap Jalan, Meski Lawannya Kotak Kosong
Menjawab pertanyaan influencer Nia Kurnia, Gus Yani mengatakan bahwa keberadaan kotak kosong tidak membuat kampanye menjadi kehilangan makna. Menurutnya, masyarakat tetap harus mendengar langsung apa saja program yang ditawarkan calon kepala daerah. “Paslonnya tunggal, lawannya kotak kosong, tinggal metode kampanyenya saja yang diubah,” ujarnya, dikutip RMOLJatim dari kanal YouTube NNCTVOfficial, Sabtu (5/10).
Dengan kondisi seperti ini, pasangan Gus Yani-Alif tetap mengusung tagline Gresik Berkelanjutan. Di balik slogan itu, mereka menyiapkan sejumlah agenda besar untuk lima tahun ke depan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja.
Fokus ke Pelatihan dan Kesiapan SDM
Gus Yani menekankan bahwa tantangan ke depan tidak lagi sederhana, apalagi dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau AI. Karena itu, menurut dia, masyarakat Gresik harus disiapkan menjadi SDM yang unggul dan adaptif terhadap perubahan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelatihan ketenagakerjaan melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik.
Ia menyebut lulusan sekolah maupun mahasiswa di Gresik perlu dibekali keahlian yang benar-benar bisa dipakai untuk mengisi kebutuhan industri. Targetnya bukan sekadar punya ijazah, melainkan punya karya dan keterampilan yang relevan dengan pasar kerja. Di sisi lain, potensi Gresik sebagai wilayah dengan garis maritim panjang juga dinilai membuka peluang kerja yang besar, terutama di sektor pelabuhan dan logistik.
Bidang Kerja yang Disiapkan Lebih Luas
Menurut Gus Yani, kebutuhan tenaga kerja di Gresik tidak hanya terbatas pada bidang teknik. Ia juga menyinggung perlunya pelatihan di sektor lain seperti ekonomi, desain grafis, hingga komunikasi. Semua itu, kata dia, sedang dihitung dari sisi kebutuhan anggaran dan diselaraskan antara Dinas Pendidikan dan Dinas Ketenagakerjaan Gresik.
Ia berharap, hingga pilkada selesai, proses berjalan aman sampai pelantikan, sehingga program-program yang sudah disusun bisa langsung dijalankan. Dalam pandangannya, kampanye bukan sekadar urusan menang atau kalah, tetapi juga kesempatan untuk menjelaskan arah pembangunan yang ingin dibawa.
Kesehatan Masih Jadi Andalan
Selain tenaga kerja, Gus Yani juga menyoroti sektor kesehatan. Ia mengatakan, saat ini 99 persen masyarakat Kabupaten Gresik sudah mendapat jaminan kesehatan. Ia membandingkan situasi lama dan sekarang dengan kalimat yang cukup tegas: dulu ada istilah orang miskin dilarang sakit, sementara kini orang sakit dilarang bayar, cukup menunjukkan KTP Kabupaten Gresik.
Ia menambahkan, sejak 2024 Pemerintah Kabupaten Gresik telah mengalokasikan lebih dari Rp 100 miliar untuk memenuhi kebutuhan BPJS Kesehatan. Bagi warga yang sudah membayar mandiri, Gus Yani menyarankan agar tetap melanjutkan pembayaran tersebut. Menurutnya, itu bisa dipandang sebagai bentuk kontribusi yang tidak membebani, bahkan ikut membantu masyarakat lain yang membutuhkan layanan kesehatan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
