Mobil Bensin Siap-Siap Gak Laku karena Temuan Peneliti Korea

Date:




Jakarta, CNBC Indonesia – Mobil bertenaga bensin nampaknya hanya akan menjadi sejarah di masa depan. Berakhirnya masa kejayaan mobil BBM semakin dekat setelah sekelompok peneliti asal Pohang University of Science and Technology di Korea Selatan berhasil mengembangkan baterai jenis baru.

Mereka berhasil membuat mobil listrik yang mampu melaju hingga 1.000 kilometer hanya dalam sekali pengisian baterai. Rahasia dari teknologi baterai ini adalah penggunaan material silikon yang banyak diteliti untuk pembuatan baterai karena jumlahnya sangat banyak di dunia.

Namun penggunaan material silikon untuk baterai bukan tanpa tantangan. Silikon bisa bertambah besar hingga tiga kali saat dicas dan langsung menyusut. Maka itu, pembuatan baterai silikon memakan ongkos yang tak murah dan proses yang sangat kompleks.

Peneliti asal Korea Selatan kemudian mengembangkan pendekatan berbeda yakni menggunakan silikon dalam skala mikro. Teknik ini disebut lebih mudah dan murah untuk diproduksi dengan densitas energi yang lebih lega.




Seorang pengunjung melihat mobil-mobil bekas yang dijual di Mangga Dua Square pada Senin (22/7/2024). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Seorang pengunjung melihat mobil-mobil bekas yang dijual di Mangga Dua Square pada Senin (22/7/2024). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Seorang pengunjung melihat mobil-mobil bekas yang dijual di Mangga Dua Square pada Senin (22/7/2024). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Solusi dari perubahan ukuran silikon juga berhasil ditemukan oleh mereka. Yakni dengan menggunakan gel polimer elektrolit yang akan berubah saat silikon berubah bentuk.

Gel akan diikat secara kimia dengan radiasi lewat tembakan elektron. Dengan begitu ikatan stabil meski silikon berubah ukuran bentuk.

Hasil temuan itu juga diklaim setara dengan baterai lithium ion standar dengan densitas energi 40% lebih besar.

“Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi,” kata Park Soojin dari Pohang University.

(lih/wur)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Ramai Operator Seluler Adopsi AI, Efisiensi Naik Hingga 25%





Next Article



Taktik Baru BYD Geser Tesla Jadi Raja Mobil Listrik




Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Paus Leo XIV Kritik Ketidakadilan Perang AS-Iran

Paus Leo XIV Kritik Konsep Perang yang Adil Paus Leo...

Kronologi Kriminal dan Tragedi di Jakut: Kematian Wanita Muda dan Kasus Narkoba

Kriminal dan Keamanan Jakarta: Sejumlah Peristiwa Pada Sabtu Pada Sabtu...

Xiaomi 17T Series & Wearables Terbaru: Mulai Dijual!

Xiaomi Indonesia Resmi Jual Smartphone dan Wearable Terbaru Mulai...