Susut 0,49 Persen, Mayora Tetap Bukukan Laba Bersih Rp2,01 Triliun
Di tengah penjualan yang justru menguat, PT Mayora Indah Tbk masih harus menerima kenyataan bahwa laba bersihnya sedikit terkikis. Emiten produsen biskuit Roma itu mencatat laba bersih Rp2,01 triliun per 30 September 2024, turun tipis 0,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,02 triliun.
Penjualan Naik, Didukung Pasar Lokal dan Ekspor
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu, 30 Oktober 2024, Mayora membukukan penjualan bersih Rp25,64 triliun hingga kuartal III/2024. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penjualan bersih Rp22,89 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan itu ditopang oleh pasar lokal sebesar Rp14,97 triliun dan pasar ekspor Rp10,67 triliun, setelah dikurangi retur senilai Rp9,12 miliar. Secara sederhana, kinerja penjualan Mayora masih bergerak positif, meski tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi kenaikan laba bersih.
Beban Produksi dan Usaha Menekan Margin
Tekanan utama terlihat dari beban pokok penjualan yang naik menjadi Rp19,52 triliun, dari sebelumnya Rp16,78 triliun. Meski begitu, laba kotor tetap bertahan di level Rp6,11 triliun, sama seperti tahun lalu.
Di sisi lain, beban usaha turut meningkat menjadi Rp3,38 triliun dari Rp3,31 triliun. Kondisi ini membuat laba usaha turun menjadi Rp2,73 triliun, sedikit di bawah capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,79 triliun.
Laba Sebelum Pajak Masih Tahan, Aset dan Liabilitas Melonjak
Menariknya, penurunan beban lain-lain bersih menjadi Rp141,77 miliar dari Rp220,67 miliar membantu menopang laba sebelum pajak. Pada periode ini, Mayora mencatat laba sebelum pajak Rp2,59 triliun, naik tipis dari Rp2,57 triliun.
Namun dari sisi neraca, pertumbuhan perusahaan terlihat cukup agresif. Total liabilitas melonjak menjadi Rp14,24 triliun per 30 September 2024, jauh di atas posisi Rp8,58 triliun per 31 Desember 2023. Di saat yang sama, total aset juga meningkat menjadi Rp30,32 triliun dari Rp23,87 triliun pada akhir 2023.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
