Beberapa perwakilan mahasiswa memutuskan untuk keluar saat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalbar menggelar pernyataan sikap terkait Pilkada Kalbar 2024 di Bundaran Tugu Digulis. Kelompok mahasiswa yang meninggalkan aksi tersebut berasal dari BEM Poltekkes, Universitas PGRI, Stikes Yarsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Universitas Panca Bhakt (UPB) Pontianak. Rifan, Presiden Mahasiswa Poltekkes Pontianak, mengekspresikan kekecewaannya karena aksi tersebut diduga dimanfaatkan oleh salah satu calon untuk merusak calon lain dengan menuduh keterlibatan masalah hukum, yang dikategorikan sebagai kampanye hitam. Rifan menyatakan bahwa deklarasi Aliansi BEM se-Kalbar telah terpengaruh oleh kepentingan politik praktis dan menolak terlibat dalam aksi tersebut. Sementara Villa Vita Sari dari BEM UPB mengungkapkan bahwa mereka memilih untuk keluar dari deklarasi tersebut agar tidak terlibat dalam politik calon tertentu. Kritik juga dilontarkan terhadap pernyataan tentang dukungan kepada Polda Kalbar untuk menyelesaikan kasus korupsi, khususnya terkait dengan Calon Gubernur nomor urut 2, Ria Norsan. Tuduhan tersebut dianggap sebagai upaya menjatuhkan Ria Norsan dengan informasi yang salah di tengah-tengah kampanye. Para perwakilan BEM menilai hal ini sebagai upaya untuk melemahkan salah satu calon.
“Kontroversi BEM Kalbar: Dugaan Kampanye Hitam?”
Date:
