Kendaraan tanpa sopir mulai meramaikan jalan di Singapura, seperti minibus buatan perusahaan China, WeRide. Meskipun masih ada pengemudi keselamatan di bagian depan kendaraan, aturan Singapura mewajibkan kehadiran mereka untuk memantau layar radar, lidar, dan kamera yang tersedia. Uji coba kendaraan tanpa sopir di Singapura telah dimulai sejak 2015, namun baru-baru ini penggunaannya mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, robot pemadam jalan juga telah mendapatkan izin untuk membersihkan jalanan di Singapura. Kendaraan otonom pengangkut barang dari jaringan supermarket terbesar, FairPrice, juga sudah beroperasi, begitu pula dengan bus otonom pengangkut pekerja yang telah diuji coba selama dua tahun di Bandara Changi. Mobil tanpa sopir juga digunakan untuk mengirim pakan di peternakan burung. Meskipun kendaraan-kendaraan otonom ini masih memerlukan supervisi manusia, masyarakat Singapura mudah menerima teknologi ini karena melihat tujuan produktivitas yang lebih besar. Direktur pengembangan bisnis WeRide Singapura, Sebastian Yee, menjelaskan bahwa teknologi otonom semakin berkembang dengan biaya penerapan yang lebih rendah, menjadikan waktu dan tempat yang tepat untuk diterapkan.
“Pelajari Dampak Kedatangan Kiamat Driver Online di RI”
Date:
