ICC Mengungkap Ancaman dan Tekanan dari Dewan Keamanan PBB
Presiden ICC, Tomoko Akane, mengungkapkan kabar mengejutkan di depan anggotanya di Den Haag pada Senin, 2 Desember 2024. Akane menjelaskan bahwa pengadilan menghadapi tindakan pemaksaan, ancaman, tekanan, dan sabotase dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Beberapa anggota Partai Republik AS bahkan telah meminta Senat untuk memberikan sanksi kepada ICC yang memiliki 124 anggota. Mereka menganggap ICC sebagai ancaman dan mencoba memberlakukan sanksi ekonomi yang brutal seolah-olah pengadilan itu adalah organisasi teroris.
Presiden ICC merasa terkejut dan ngeri karena lembaganya hanya menjalankan tugas sesuai hukum internasional. Meskipun dihadapi dengan ancaman dan tekanan, ICC bersikeras untuk terus menjalankan mandat hukumnya secara independen dan tidak memihak.
Kritik juga dialamatkan kepada ICC setelah hakim mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk beberapa tokoh terkenal seperti Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Meskipun demikian, ICC tetap berkomitmen untuk mengejar keadilan internasional tanpa takut terhadap campur tangan atau tekanan eksternal.
Dengan sikap tegas dan berani, ICC membuktikan bahwa mereka tak akan goyah di depan ancaman apapun. Keberanian mereka untuk menjalankan keputusan penegakan hukum sesuai standar internasional harus dihargai dan didukung untuk memperkuat kehadiran mereka dalam menjaga keadilan di tingkat global.
