Kubu Raya, Kalimantan Barat – Duka mendalam menyelimuti Kecamatan Sungai Kakap setelah kabar wafatnya Ibu Munjirah, S.Pd, yang dikenal sebagai Kepala Sekolah SDN 10 sekaligus Ketua PC PGRI Sungai Kakap. Sosok yang selama ini lekat dengan dunia pendidikan itu meninggal pada 8 Desember 2024, meninggalkan kesedihan bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang mengenalnya.
Kepergian yang mengejutkan lingkungan pendidikan
Kabar duka ini terasa begitu berat karena almarhumah disebut masih menjalankan aktivitas mengajar dan tugas kedinasan pada hari sebelumnya. Perjalanan hidupnya di dunia pendidikan membuat banyak pihak merasa kehilangan, terutama mereka yang selama ini bekerja bersama dan melihat langsung dedikasinya dalam membina sekolah serta organisasi guru di wilayah Sungai Kakap.
Munjirah dikenal sebagai pribadi yang ramah, aktif, dan memiliki pengaruh besar di lingkungan pendidikan setempat. Kepergiannya bukan hanya meninggalkan ruang kosong di sekolah yang dipimpinnya, tetapi juga di tengah komunitas guru yang selama ini menjadikannya panutan.
Ratusan pelayat hadir di rumah duka
Suasana haru tampak di rumah duka yang berada di Jl. Raya Sungai Kakap. Ratusan kerabat, pejabat, serta teman sejawat dari berbagai jenjang pendidikan datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran mereka menjadi tanda betapa besar penghormatan dan cinta yang diberikan kepada almarhumah semasa hidupnya.
Informasi yang beredar menyebutkan, Ibu Munjirah wafat setelah mengalami serangan penyakit asam lambung. Meski kepergiannya terjadi secara tiba-tiba, kesan mendalam tentang pengabdian dan ketulusannya di dunia pendidikan akan terus dikenang oleh banyak orang.
Warisan pengabdian yang ditinggalkan
Bagi masyarakat Sungai Kakap, Munjirah bukan sekadar kepala sekolah atau pimpinan organisasi guru. Ia adalah figur yang hadir dengan keteladanan, terutama dalam menjaga semangat pendidikan di tengah berbagai tantangan. Tidak sedikit yang mengenangnya sebagai sosok yang mudah bergaul, perhatian, dan konsisten menjalankan tanggung jawabnya.
Kepergian almarhumah pada akhirnya menjadi pengingat bahwa dedikasi panjang dalam dunia pendidikan akan selalu meninggalkan jejak di hati banyak orang. Doa pun terus mengalir agar amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
