Kabupaten Sambas menghadapi ancaman serius dengan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan melaporkan bahwa hingga 10 Desember 2024, terdapat 350 kasus DBD, dengan Kecamatan Sambas menjadi daerah terbanyak dengan 103 kasus. DBD disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, dengan gejala berupa demam tinggi, nyeri otot, dan sakit kepala. Untuk penanganan dan pencegahan, masyarakat diminta untuk mengambil langkah-langkah seperti program 3M Plus, penggunaan kelambu atau lotion anti nyamuk, edukasi tentang bahaya DBD, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala. Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Ganjar Eko Prabowo, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memerangi DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan. Fasilitas kesehatan di semua kecamatan telah ditingkatkan kesiapannya untuk menangani DBD, dan posko siaga DBD didirikan untuk penanganan pasien secara tepat waktu. Dengan peringatan dari 350 kasus DBD di Sambas, langkah preventif harus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari nyamuk pembawa DBD.
“Waspada DBD Meningkat di Sambas: Imbauan Dinkes untuk Jaga Kebersihan”
Date:

