Seorang anggota kepolisian di Kabupaten Sambas menjadi korban kekerasan saat berusaha menghentikan perkelahian dalam sebuah acara pernikahan di Dusun Rantau Timur, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (11/1/2025) sekitar pukul 22.40 WIB. Insiden dimulai dari keributan di depan panggung hiburan acara pernikahan, di mana seorang pria diduga sebagai pemicu keributan. Pelaku utama yang bernama RP (20) datang dengan beberapa rekannya dan melemparkan batu ke tenda pernikahan, memanasakan situasi.
Ketika beberapa warga dan korban, yang juga anggota polisi, mencoba membubarkan kelompok pelaku, malah terjadi kerusuhan. RP membawa sebilah samurai dan melukai korban dengan sabetan samurai pada tangan kiri dan dada kiri. Meskipun korban berusaha melumpuhkan pelaku, namun sayangnya korban malah terluka parah. Setelah melukai korban, RP langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Korban yang mengalami luka serius dibawa ke RSUD Sambas untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi berhasil menangkap RP dan menyita samurai yang digunakan dalam insiden itu. Pihak kepolisian sangat serius menangani kejadian ini karena tidak hanya melibatkan seorang anggota polisi yang terluka, tetapi juga mengganggu keamanan masyarakat. Investigasi terus dilakukan untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

