Aplikasi Koin Jagat telah menuai protes banyak warga dan dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Co-Founder Jagat Barry Beagen dipanggil oleh Komdigi untuk menanggapi laporan tersebut terkait dengan kontroversi aktivitas ‘Berburu Koin’ di aplikasi tersebut yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyatakan telah menerima berbagai laporan dari masyarakat dan instansi pemerintah terkait aktivitas ‘berburu koin’ Jagat, dengan penekanan khusus pada dampak terhadap lingkungan dan fasilitas umum di berbagai daerah di Indonesia. Angga menegaskan bahwa Komdigi siap mengambil tindakan tegas jika penyelenggara platform digital tidak mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
Setelah pertemuan tersebut, Co-Founder Jagat Barry Beagen berkomitmen untuk mengubah format kegiatan di platform dalam waktu tiga hari ke depan. Barry juga meminta maaf kepada pihak yang dirugikan akibat fitur di platform tersebut dan menyampaikan bahwa akan mengubah Coin Hunt menjadi ‘Misi Jagat’ untuk mendorong kontribusi positif bagi ruang publik. Jagat akan mendukung perbaikan ruang publik terlebih dahulu, di mana tidak akan ada koin yang bisa diburu dalam aplikasi selama periode tersebut. Barry juga menegaskan bahwa Jagat akan membentuk kanal resmi bagi pemerintah dan masyarakat untuk memantau dan melaporkan kerusakan fasilitas publik.
Barry menjamin penghapusan koin-koin yang terdapat di daerah rawan dari aplikasi dan berjanji untuk melanjutkan kerja sama dengan Komdigi. Di tengah kekhawatiran yang timbul, langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki platform digital Jagat untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

