“Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Menyayangkan Layanan Apotek di Putussibau”

Date:

Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Soroti Layanan Apotek PD Uncak Kapuas di Putussibau

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Abdul Hamid, menilai kinerja BUMD PD Uncak Kapuas belum sepenuhnya optimal meski sudah menghasilkan keuntungan. Menurut dia, pendapatan yang diperoleh perusahaan daerah itu baru sebatas cukup untuk menutup biaya operasional. Kondisi tersebut membuat peran BUMD dinilai masih perlu diperkuat agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat.

Apotek Dinilai Masih Bergerak Sendiri

Abdul Hamid menyebut PD Uncak Kapuas selama ini masih beroperasi secara mandiri, termasuk pada unit apotek yang melayani masyarakat umum di Putussibau. Ia menilai pola kerja seperti itu seharusnya bisa diarahkan ke skema yang lebih terhubung dengan fasilitas layanan kesehatan daerah, sehingga distribusi obat dan pelayanan pasien menjadi lebih efisien.

Ia berharap apotek PD Uncak Kapuas dapat menjalin kerja sama dengan RSUD Achmad Diponegoro Putussibau. Kolaborasi tersebut, menurutnya, berpeluang membuka akses obat-obatan yang belum tersedia di tempat lain, terutama bagi pemegang kartu BPJS yang kerap menghadapi kendala saat mencari layanan di apotek lain.

Diminta Jelaskan Bidang Usaha yang Tidak Berjalan

Dalam pembahasan bersama Fraksi Nasdem, pihak PD Uncak Kapuas juga diminta memaparkan bidang usaha mana saja yang tidak berjalan atau tidak lagi beroperasi. Abdul Hamid menegaskan, informasi itu penting untuk mengetahui sejauh mana efektivitas unit-unit usaha yang dijalankan BUMD tersebut.

Ia menambahkan, untuk menindaklanjuti persoalan dua BUMD itu akan digelar rapat konsultasi. Forum tersebut diharapkan bisa memberi arah yang lebih jelas terhadap langkah perbaikan, termasuk kemungkinan penguatan kerja sama antarlembaga.

Harapan ke Depan untuk Layanan yang Lebih Luas

Menurut Abdul Hamid, jika apotek PD Uncak Kapuas dapat bersinergi dengan RSUD Achmad Diponegoro, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat yang membutuhkan obat, tetapi juga dapat berdampak pada peningkatan pendapatan dari penjualan obat-obatan yang tersedia. Dengan begitu, BUMD tidak sekadar bertahan, tetapi juga bisa memberi kontribusi yang lebih besar bagi pelayanan publik di Kapuas Hulu.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Penangguhan Bansos Pelaku Judol: Dampak Jera yang Penting

Mengenai Penyalahgunaan Bantuan Sosial untuk Judi Online: Surahman Mendorong...

Cerita Kriminal Terbaru: Dugaan Penistaan Agama & Pencurian Raket Padel

Ringkasan Peristiwa Kriminal dan Keamanan di Jakarta Peristiwa Terkait Kriminal...

Mencegah Gagal Bayar: Siasat Terbaik SEO

Pangandaran Siap Hadapi Tantangan Fiskal dengan Langkah Preventif Pada penghujung...

Pengacara Magang Didakwa Peras Pengusaha Muda: Analisis Kasus

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan dakwaan terhadap kasus pemerasan...