Haul ke-17 Pangeran Ratu Haji Winata Kesuma bin Pangeran Ratu M. Taufik di Balairung Istana Alwatzikoebillah, Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bukan sekadar agenda adat. Bagi sejumlah tokoh yang hadir, termasuk Heroaldi selaku calon Wakil Bupati Sambas terpilih 2024, momen ini menjadi ruang penting untuk merawat hubungan sosial, budaya, dan kebersamaan di tengah masyarakat Sambas.
Silaturahmi yang Menguatkan Ikatan Daerah
Dalam kegiatan tersebut, Heroaldi hadir bersama sejumlah tokoh lain, di antaranya Wakil Wali Kota Singkawang terpilih, tokoh masyarakat Kabupaten Sambas, serta perwakilan DPRD Kalimantan Barat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa haul memiliki makna yang lebih luas dari sekadar peringatan tahunan. Acara ini menjadi titik temu antara pemerintah daerah, pemangku adat, dan masyarakat untuk menjaga komunikasi yang baik.
Heroaldi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan dapat mengikuti peringatan haul tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga budaya dan adat istiadat Sambas agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu perlu terus dirawat karena menjadi bagian dari identitas daerah.
Makna Budaya di Balik Peringatan Haul
Haul ke-17 Pangeran Winata juga memperlihatkan bagaimana tradisi masih memiliki tempat kuat dalam kehidupan masyarakat Sambas. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang dikenang, kegiatan ini menjadi pengingat atas sejarah Kesultanan Sambas yang melekat dalam kehidupan sosial dan budaya setempat. Dari sini, hubungan antargenerasi ikut terjaga melalui penghormatan terhadap warisan leluhur.
Di tengah suasana yang sarat kebersamaan, pertemuan para tokoh pada haul ini dinilai membuka peluang positif bagi Kabupaten Sambas ke depan. Silaturahmi yang terbangun bukan hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga dapat memperkuat sinergi dalam menjaga nilai budaya, adat istiadat, dan keharmonisan masyarakat.
Warisan yang Tetap Dijaga
Bagi masyarakat Sambas, peringatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya melestarikan sejarah dan jati diri daerah. Haul Pangeran Winata pun kembali menegaskan bahwa tradisi, adat, dan kebersamaan masih menjadi fondasi yang dijaga bersama oleh pemerintah, tokoh adat, dan warga.
