Perekonomian Inggris menutup kuartal IV 2024 dengan sinyal yang sedikit lebih baik dari perkiraan. Menurut laporan Associated Press (AP), pertumbuhan ekonomi Inggris tercatat 0,9 persen, angka yang memberi napas lega setelah kekhawatiran resesi sempat membayangi. Meski belum bisa disebut kuat, capaian ini setidaknya menunjukkan ekonomi masih bergerak ke arah positif dan berhasil menghindari kontraksi beruntun.
Masih Tumbuh, tapi Tantangan 2025 Belum Hilang
Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Inggris belum masuk ke resesi teknis, yang biasanya terjadi ketika ekonomi menyusut selama dua kuartal berturut-turut. Inggris terakhir mengalaminya pada awal tahun sebelumnya, sehingga rilis terbaru ini menjadi penanda penting bagi pemerintah dan pelaku pasar.
Namun, optimisme itu tidak sepenuhnya bebas dari bayang-bayang risiko. Untuk 2025, Inggris masih harus menghadapi tekanan fiskal yang ketat, sementara ancaman perang tarif global juga dinilai bisa mengganggu arus perdagangan dan investasi. Dalam situasi seperti ini, pertumbuhan yang ada masih rapuh dan sangat bergantung pada stabilitas eksternal.
Bank of England Turunkan Proyeksi
Bank of England turut memberi sinyal hati-hati dengan memangkas proyeksi pertumbuhan PDB menjadi 0,75 persen untuk tahun ini. Revisi itu menggambarkan bahwa bank sentral belum melihat ruang pemulihan yang benar-benar meyakinkan dalam waktu dekat, meski data kuartal terakhir 2024 lebih baik dari perkiraan awal.
Di sisi lain, kondisi politik domestik juga ikut menambah tekanan. Popularitas Partai Buruh yang saat ini berkuasa dilaporkan terus menurun sejak kemenangan mereka dalam pemilu tahun lalu. Kombinasi antara perlambatan ekonomi, proyeksi yang direvisi turun, dan tantangan politik membuat pemerintah Inggris harus bekerja lebih keras menjaga kepercayaan publik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.
