OpenAI kembali menegaskan bahwa perusahaan itu bukan barang jualan. Proposal akuisisi senilai US$97,4 miliar yang diajukan Elon Musk resmi ditolak, setelah dewan menilai tawaran tersebut tidak sejalan dengan kepentingan terbaik misi organisasi yang menaungi startup kecerdasan buatan itu.
Dewan OpenAI Menutup Pintu untuk Tawaran Musk
Penolakan itu disampaikan melalui surat dari pengacara OpenAI, William Savitt, kepada pihak Musk. Dalam surat tersebut, OpenAI menyebut dewan telah menelaah proposal itu dan memutuskan bahwa langkah Musk tidak mendukung tujuan utama perusahaan. Ketua OpenAI, Bret Taylor, juga menegaskan bahwa posisi perusahaan tetap sama: OpenAI tidak dijual dan tetap fokus pada misinya agar kecerdasan buatan memberi manfaat luas bagi manusia.
Perseteruan Lama yang Kembali Memanas
Penolakan ini menambah panjang ketegangan antara Elon Musk dan Sam Altman, dua tokoh yang sama-sama ikut mendirikan OpenAI pada 2015. Sejak awal, hubungan keduanya memang diwarnai perbedaan arah. Musk dan Altman sama-sama pernah mendorong perubahan OpenAI menjadi entitas bisnis penuh, tetapi langkah itu bertabrakan dengan pendekatan OpenAI yang kian menekankan keamanan serta misi nirlaba.
Investor Besar, Tapi Bukan Penentu
Sebelumnya, Musk memimpin kelompok investor dalam upaya mengambil alih kendali OpenAI melalui penawaran bernilai US$97,4 miliar. Namun, tawaran besar itu tidak mengubah sikap perusahaan. Musk sendiri disebut telah menyuarakan kekecewaannya dan bahkan menarik tawarannya jika OpenAI terus melaju ke arah struktur bisnis. Bagi OpenAI, keputusan kali ini menjadi sinyal bahwa arah organisasi tetap dikunci pada misi awal, bukan pada godaan angka besar yang datang dari salah satu pendirinya.
