Di saat industri ponsel pintar terus berlomba menghadirkan fitur yang makin canggih, sebagian Gen Z justru mengambil arah sebaliknya. Di Amerika Serikat, penggunaan smartphone di kalangan generasi ini mulai melandai karena mereka merasa jenuh dengan perangkat yang serba terhubung. Sebagai gantinya, ponsel jadul atau feature phone kembali dilirik, sebuah tren yang perlahan terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Feature Phone Naik Daun di Pasar Amerika Serikat
Fenomena ini ikut mengerek penjualan feature phone milik HMD Global, perusahaan yang memasarkan ponsel bermerek Nokia—nama yang sempat sangat populer pada era 2000-an. Di Amerika Serikat, penjualan feature phone disebut meningkat hingga puluhan ribu unit per bulan pada 2022, meski secara global pasar smartphone justru terus melemah.
Perubahan preferensi ini menunjukkan bahwa bagi sebagian pengguna muda, ponsel bukan lagi soal kemampuan teknis semata, melainkan juga soal kontrol atas waktu, perhatian, dan kebiasaan digital sehari-hari. Feature phone menawarkan fungsi yang lebih sederhana, tanpa distraksi yang biasanya melekat pada smartphone modern.
Masih Dominan di Sejumlah Wilayah
Jika di Amerika Serikat tren kembali ke ponsel sederhana mulai terbentuk, kondisi berbeda masih terlihat di Timur Tengah, Afrika, dan India. Di kawasan-kawasan tersebut, feature phone tetap mendominasi pasar dengan pangsa mencapai 80% pada tahun lalu. Artinya, perangkat ini belum sepenuhnya tergeser oleh smartphone, terutama di wilayah yang masih sensitif terhadap harga dan kebutuhan dasar komunikasi.
Indonesia Mulai Pulih, Tapi Pasar Masih Selektif
Di Indonesia, pasar smartphone sempat tertekan akibat menurunnya daya beli masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. IDC mencatat pasar smartphone Indonesia turun 14,3% pada 2023. Namun, tahun lalu pasar mulai menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan 15,5% hingga mendekati 40 juta unit sepanjang 2024.
Kenaikan itu terutama ditopang segmen ultra low-end dan kelas menengah. Sementara itu, ponsel dengan harga di atas Rp 10 juta justru mengalami penurunan yang cukup tajam. Di sisi lain, adopsi teknologi 5G juga meningkat, dengan pangsa mencapai 25,8% pada 2024, naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
