Dua pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian justru membuat ulah saat hendak ditangkap di Jakarta Barat. Alih-alih kooperatif, keduanya sempat memberikan perlawanan dan berusaha kabur ketika tim Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat melakukan penindakan atas laporan penipuan jual beli sepeda motor melalui Facebook.
Kasus ini bermula dari korban bernama Adelia yang hendak menjual sepeda motor Honda Beat dengan sistem cash on delivery atau COD. Dalam prosesnya, ia bertemu dengan seorang pria yang mengaku sebagai polisi. Pertemuan itu berlangsung pada jam yang tidak lazim, namun Adelia tidak langsung menaruh curiga. Situasi kemudian berubah tegang ketika pelaku mulai mengintimidasi korban dan melontarkan ancaman dengan membawa-bawa pasal hukum terkait jual beli kendaraan.
Korban Diintimidasi Saat Transaksi COD
Rekaman kamera CCTV di depan sebuah toko vape memperlihatkan momen saat pelaku mulai menekan Adelia. Dengan dalih sebagai aparat, ia membuat korban merasa tak punya pilihan selain menyerahkan sepeda motornya. Cara itu diduga sengaja dipakai untuk membangun tekanan psikologis agar korban menurut tanpa banyak bertanya.
Setelah kejadian tersebut, Adelia melapor ke polisi. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti hingga akhirnya dua pelaku berhasil diamankan. Meski sempat mencoba melarikan diri saat akan ditangkap, keduanya tetap diringkus oleh petugas.
Polisi Telusuri Modus Penipuan
Saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani proses penyidikan. Polisi berupaya mengungkap lebih jauh pola penipuan yang mereka gunakan, termasuk bagaimana mereka meyakinkan korban agar percaya bahwa transaksi tersebut berada di bawah kendali aparat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa modus penipuan jual beli kendaraan di media sosial terus berkembang. Identitas palsu, tekanan verbal, dan dalih hukum kerap dipakai untuk memancing kepatuhan korban dalam waktu singkat.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
