Cara Mencegah Bobol Aset Kripto: Tips Ampuh!

Date:

Ancaman baru kembali mengintai pengguna aset kripto. Peneliti keamanan siber dari Kaspersky baru-baru ini mengungkap trojan mata-mata bernama SparkKitty, malware yang dirancang untuk membidik perangkat iOS dan Android demi mencuri data penting milik korban. Temuan ini menjadi perhatian karena SparkKitty disebut memiliki kaitan dengan trojan sebelumnya, SparkCat, sehingga pola serangannya bukan sekadar insiden tunggal, melainkan bagian dari ancaman yang terus berkembang.

Cara kerja SparkKitty mengincar data sensitif

Menurut Kaspersky, SparkKitty bekerja dengan memindai galeri foto di perangkat korban dan mengambil tangkapan layar yang berisi informasi sensitif. Sasaran utamanya adalah data yang bisa dipakai untuk membuka dompet kripto, termasuk kata sandi dan frasa pemulihan. Begitu berhasil aktif setelah terpasang, trojan ini akan mengumpulkan foto-foto dari perangkat lalu mengirimkannya ke penyerang untuk dianalisis.

Menyusup lewat aplikasi dan situs palsu

Di perangkat iOS, SparkKitty ditemukan tersebar lewat aplikasi terkait kripto di App Store, serta melalui situs phishing yang meniru tampilan App Store. Penyebarannya bahkan ikut menumpang pada aplikasi TikTok dan aplikasi judi. Sementara pada perangkat Android, malware ini menyamar sebagai layanan kripto bernama Soex dan beredar lewat situs pihak ketiga maupun Google Play Store. Kaspersky juga menemukan SparkKitty masuk melalui file APK berbahaya yang dipasang di luar toko resmi, termasuk aplikasi yang memuat tautan ke proyek investasi kripto dan dipromosikan lewat media sosial seperti YouTube.

Langkah yang disarankan Kaspersky

Pakar malware Kaspersky, Dmitry Kalinin, menegaskan bahwa SparkKitty mulai bekerja setelah berhasil diinstal di perangkat pengguna. Karena itu, Kaspersky menyarankan pengguna segera menghapus aplikasi yang terinfeksi dan tidak memperbaruinya sebelum fungsi berbahayanya dipastikan hilang. Pengguna juga diminta berhenti menyimpan informasi sensitif dalam bentuk tangkapan layar di galeri, dan sebaiknya memindahkannya ke aplikasi khusus yang lebih aman.

Selain itu, penggunaan software keamanan dinilai penting untuk menekan risiko infeksi malware. Hal lain yang tak kalah krusial adalah memeriksa izin aplikasi sebelum memberikan akses ke library foto, terutama jika aplikasi tersebut meminta akses yang tidak relevan dengan fungsinya. Dengan kewaspadaan semacam ini, peluang aset kripto dicuri bisa ditekan sejak awal.

Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Tata Kelola 27 Ribu SPPG: Perubahan Besar di Tengah BGN

Mayjen TNI (Purn) Trenggono, selaku Wakil Kepala BGN, memastikan...

Tabrakan Empat Kendaraan di Tol Japek: Polisi Ungkap Kronologinya

Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jakarta-Cikampek Jakarta -...

Menteri P2MI Rencanakan Pembentukan Gakkum untuk Perlindungan Pekerja Migran

Menteri P2MI Usulkan Pembentukan Gakkum untuk Perkuat Perlindungan Pekerja...

Update Kasus Pencurian Inventaris Karang Taruna Bungur: Kejari Tunggu Berkas

Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Masih Menunggu Berkas Kasus Pencurian...