Prabowo Angkat Semangat Bandung di KTT BRICS Rio de Janeiro
Presiden Prabowo Subianto membawa pesan yang kuat ke panggung KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brasil. Di forum itu, ia menegaskan bahwa semangat Bandung masih relevan sebagai pijakan solidaritas negara-negara berkembang di tengah situasi dunia yang semakin kompleks. Pesan tersebut tidak hanya bernuansa historis, tetapi juga menyoroti arah politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendorong perdamaian dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Pesan Perdamaian dan Penolakan Standar Ganda
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dalam pidatonya, Prabowo menekankan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia melalui multilateralisme. Ia juga menegaskan penolakan terhadap perang dan praktik standar ganda dalam hubungan internasional. Menurut Airlangga, sikap itu menjadi bagian penting dari posisi Indonesia di tengah dinamika global yang kerap diwarnai ketegangan dan kepentingan yang saling bertabrakan.
Prabowo, kata Airlangga, ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai anggota baru, tetapi juga membawa pandangan yang jelas mengenai tatanan dunia yang adil. Dalam forum sebesar BRICS, penekanan pada hukum internasional dan perdamaian menjadi sinyal bahwa Indonesia tetap mengedepankan diplomasi ketimbang konfrontasi.
Bandung Kembali Disebut di Forum Global
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan para pemimpin BRICS tentang pentingnya “Semangat Bandung”, merujuk pada prinsip solidaritas negara-negara berkembang yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, Indonesia. Bagi Indonesia, Bandung bukan sekadar catatan sejarah, melainkan warisan politik yang masih punya tempat dalam percakapan internasional hari ini.
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyebut Brasil sebagai tuan rumah menyambut baik penyebutan Bandung tersebut. Brasil, menurut dia, berharap BRICS dapat menghidupkan kembali warisan Bandung untuk memperkuat perjuangan dan kepentingan negara-negara berkembang. Respons itu memperlihatkan bahwa gagasan yang lahir di Bandung masih memiliki daya resonansi di antara negara-negara anggota forum tersebut.
Debut Indonesia Sebagai Anggota Penuh BRICS
Kehadiran Prabowo di Rio de Janeiro juga menandai partisipasi pertama Indonesia sebagai anggota penuh BRICS. Momen ini menjadi sorotan karena Indonesia datang bukan hanya untuk hadir secara simbolik, tetapi juga membawa narasi politik luar negeri yang menonjolkan kesetaraan, solidaritas, dan penolakan terhadap dominasi dalam hubungan antarnegara.
Menurut para pejabat yang mendampingi, kehadiran Presiden Prabowo diterima dengan baik oleh para pemimpin BRICS. Di tengah pertemuan yang membahas banyak kepentingan strategis, pengingat tentang Bandung memberi warna berbeda: bahwa negara berkembang masih punya sejarah bersama yang bisa dijadikan landasan untuk mendorong kerja sama yang lebih adil dan berimbang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
