Tangerang — Kasus penemuan mayat perempuan terborgol di Cisauk, Kabupaten Tangerang, berujung pada fakta yang lebih gelap: korban dipastikan tewas karena dibunuh. Kepastian itu disampaikan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya setelah penyelidikan awal mengarah pada tindak kekerasan yang dilakukan secara terencana.
Tiga pelaku laki-laki ditangkap
Kepala Sub Direktorat Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan polisi telah menangkap tiga pelaku laki-laki yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Penangkapan ini menjadi titik penting dalam pengungkapan kasus yang semula hanya diketahui publik sebagai temuan jasad perempuan dalam kondisi mengenaskan.
Berawal dari ajakan membayar utang
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku RRP disebut mengajak korban APSD datang ke rumah pelaku APH dengan alasan untuk membayar utang. Namun, situasi di lokasi justru berubah menjadi aksi kekerasan. Korban diduga diserang karena salah satu pelaku merasa tersinggung dan sakit hati setelah korban menagih utang melalui status WhatsApp.
Di tempat itulah korban diborgol sebelum kemudian menjadi sasaran tindakan keji para pelaku. Setelah peristiwa itu, tubuh korban ditutupi tanaman agar tidak segera terlihat oleh warga sekitar. Cara pelaku menyamarkan jasad korban memperlihatkan upaya untuk menghindari perhatian publik dan memperlambat pengungkapan kasus.
Penyidikan terus dikembangkan
Polisi kini terus mendalami peran masing-masing pelaku serta rangkaian kejadian yang menewaskan APSD. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan yang dipicu persoalan pribadi, yang dalam sekejap berubah menjadi kriminalitas serius dengan korban jiwa.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
Copyright © ANTARA 2025
