Di tengah prosesi resmi di Istana Negara, Jakarta, satu nama mencuri perhatian: Menanda Putra Duta. Putra asal Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, itu menerima penghargaan Adhi Makayasa Akademi Angkatan Laut (AAL) sekaligus dilantik langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Bagi Menanda, momen tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan penanda awal pengabdian sebagai Letnan Dua (Letdu) Pelaut kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bangga dari Pulau Terpencil ke Istana Negara
Kisah Menanda menjadi sorotan karena latar belakang keluarganya yang datang dari wilayah terpencil. Ayahnya, Suhardi, tak bisa menyembunyikan rasa bangga atas capaian anaknya yang berhasil meraih penghargaan tertinggi bagi lulusan akademi. Kehadiran keluarga dalam momen pelantikan itu mempertegas bahwa perjalanan panjang Menanda lahir dari dukungan dan kerja keras yang konsisten.
Menanda juga menegaskan kesiapannya untuk mengabdi kepada NKRI. Penghargaan Adhi Makayasa yang diterimanya menjadi simbol bahwa prestasi besar bisa lahir dari daerah mana pun, termasuk dari Pulau Burung yang jauh dari pusat kekuasaan. Dalam konteks itu, keberhasilannya bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi daerah asalnya.
Pengabdian yang Mengalir dalam Keluarga
Rasa bangga keluarga Menanda tidak berhenti pada sang peraih Adhi Makayasa. Adiknya, Medi Anata Pratama, yang kini bertugas sebagai perwira TNI Angkatan Darat, juga menyatakan kebanggaannya dan kesiapan untuk terus mengabdi kepada bangsa. Dua bersaudara ini memperlihatkan bahwa semangat pengabdian tumbuh kuat dalam keluarga mereka.
Momentum tersebut menjadi penegas bahwa prestasi para perwira muda tidak lahir secara tiba-tiba. Ada disiplin, pengorbanan, dan keteguhan yang menyertai proses mereka hingga akhirnya berdiri di hadapan negara. Dari Pulau Burung hingga Istana Negara, perjalanan Menanda menjadi kisah tentang tekad yang menembus batas geografis.
Deretan Penerima Adhi Makayasa 2025
Tahun ini, penghargaan Adhi Makayasa diberikan kepada lulusan terbaik dari sejumlah akademi, yakni Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Kepolisian. Mereka ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia untuk tahun 2025.
Selain Menanda Putra Duta dan Arya Handaru dari Akademi Angkatan Laut, daftar penerima dari Akademi Militer juga mencakup Alim Bimo Pratowo dan Muhammad Afrijal Mughlis. Nama-nama ini menjadi bagian dari generasi perwira yang dipersiapkan untuk memikul tanggung jawab besar dalam pengabdian kepada negara.
Kisah Menanda memberi wajah manusiawi pada sebuah penghargaan yang kerap dipandang sebagai prestise semata. Di balik medali dan pelantikan, ada keluarga yang menunggu, daerah yang bangga, dan komitmen untuk menjaga Indonesia dengan sepenuh hati.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
