Polres Kendal Tangkap Pelaku Penusukan di Depan SDN 1 Penaruban Weleri

Date:

KENDAL — Polisi bergerak cepat usai penusukan maut yang terjadi di depan SD Negeri 1 Penaruban, Dukuh Pagersari, Desa Penaruban, Weleri. Tim gabungan dari Resmob Polres Kendal dan Unit Reskrim Polsek Weleri akhirnya berhasil meringkus pelaku berinisial MH setelah sempat bersembunyi. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan, menutup pelarian singkat pelaku yang diduga kuat terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Pelaku Diciduk Setelah Informasi Warga Dikumpulkan

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Rizky Ari Budianto, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut MH diamankan berdasarkan rangkaian informasi yang dihimpun dari saksi dan warga sekitar lokasi kejadian. Setelah identitas dan keberadaan pelaku mengerucut, petugas langsung melakukan pencarian hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 28 Juli 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, di area depan SDN 1 Penaruban. Lokasi yang biasanya ramai oleh aktivitas warga dan lingkungan sekolah justru menjadi tempat terjadinya aksi kekerasan yang mengejutkan banyak pihak.

Saksi Melihat Penusukan dari Dekat

Berdasarkan keterangan saksi bernama Ageng Nuhroho, pelaku turun dari sepeda motor sebelum menikam korban dengan benda tajam. Melihat kejadian tersebut, Ageng berupaya melerai dengan memukul pelaku menggunakan kursi bangku kayu. Namun, upaya itu tidak menghentikan pelaku yang kemudian melarikan diri dari lokasi.

Warga yang mendengar keributan segera melapor ke Polsek Weleri. Dari laporan awal itu, aparat kemudian bergerak cepat mengamankan situasi dan menelusuri jejak pelaku. Langkah tersebut berujung pada penangkapan MH yang kini telah dibawa ke Polres Kendal untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Dalami Motif Penganiayaan

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi penganiayaan tersebut. Informasi awal menyebut korban diduga merupakan seorang gelandangan, namun polisi belum mengungkap lebih jauh latar belakang peristiwa maupun hubungan antara pelaku dan korban. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

AKP Rizky menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai hasil pemeriksaan. Sementara itu, kasus ini menyisakan pertanyaan besar karena terjadi di ruang publik yang seharusnya aman, tepat di depan sekolah dasar dan disaksikan langsung oleh warga sekitar.

Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Fraksi Gerindra Soroti Efisiensi Biokrasi KUA-PPAS Pangandaran 2027

Fraksi Gerindra Sorot Efisiensi Birokrasi dan Belanja Publik dalam...

Dian Takdir dan Dampak Ikastri pada Teknik Sipil Trisakti

Dian Terpilih Sebagai Ketua Umum Ikastri Universitas Trisakti Di antara...

Diamankan Ribuan Obat Ilegal dan 2 Pengedar di Tanah Abang

Ribuan Obat Ilegal dan Dua Pengedar Diamankan di Tanah...

Harga Emas Naik ke Level Tertinggi dalam 2 Bulan akibat Melandainya Inflasi AS

Harga Emas Dunia Menguat Pesat dengan Penurunan Inflasi AS Pasar...