BGN Ubah Strategi Rekrutmen Dapur MBG, Warga Miskin Ekstrem Jadi Prioritas
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah yang cukup berbeda dalam memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alih-alih hanya mengejar kecepatan penambahan dapur layanan, BGN kini menempatkan rekrutmen tenaga kerja sebagai bagian dari dampak sosial program. Salah satu fokus utamanya adalah membuka peluang kerja bagi warga dari keluarga miskin ekstrem.
Minimal 30 Persen Pekerja SPPG dari Keluarga Rentan
Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan, mengatakan sedikitnya 30 persen pekerja di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan direkrut dari rumah tangga kurang mampu. Kebijakan ini disebut sejalan dengan arahan Presiden agar Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberi efek ekonomi langsung bagi masyarakat.
Dengan pola rekrutmen tersebut, dapur-dapur MBG tidak lagi sekadar menjadi titik distribusi makanan bergizi, melainkan juga ruang masuk kerja bagi warga yang selama ini paling sulit mengakses kesempatan ekonomi. BGN menilai pendekatan ini penting agar manfaat program terasa lebih luas di tingkat lokal.
Ribuan SPPG Sudah Berjalan di Berbagai Daerah
Hingga saat ini, BGN mencatat ada 2.378 unit SPPG yang bekerja sama dengan 6.076 lembaga ekonomi lokal. Di lapangan, program ini juga melibatkan 93.572 anggota masyarakat yang berperan sebagai relawan. Jaringan yang besar itu menjadi tulang punggung pelaksanaan MBG di berbagai wilayah.
Dari sisi penerima manfaat, program MBG telah menjangkau lebih dari 7,4 juta orang di seluruh Indonesia. Sasaran penerima mencakup pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program ini bergerak cepat, meski kebutuhan di lapangan masih terus bertambah.
BGN Kejar Penambahan 2.401 Unit dalam 10 Hari
Untuk memperluas jangkauan, BGN menargetkan penambahan 2.401 SPPG lagi dalam 10 hari ke depan. Jika rencana itu berjalan sesuai jadwal, jumlah penerima manfaat diperkirakan bisa meningkat hingga sekitar 15 juta orang.
Langkah agresif ini memperlihatkan bahwa MBG sedang diarahkan bukan hanya sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai instrumen penciptaan kerja di tingkat komunitas. Di tengah kebutuhan layanan yang masih besar, BGN tampaknya ingin memastikan setiap dapur yang dibuka membawa dua hasil sekaligus: makanan bergizi dan penghasilan bagi warga sekitar.
Source link
