Upaya melarikan diri usai tawuran berakhir tragis di Kali Green Court, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Seorang pelajar berinisial MAM, 17 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berusaha kabur dari kejaran warga. Peristiwa ini menambah panjang daftar insiden kekerasan antarremaja yang berujung fatal, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang seberapa jauh situasi di lapangan sempat tak terkendali.
Melompat ke Kali untuk Kabur
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, mengatakan MAM melarikan diri bersama seorang temannya dengan cara melompat ke Kali Green Court. Keduanya diduga panik setelah terlibat dalam tawuran dan berusaha menghindari amukan warga yang mengejar mereka. Di tengah upaya penyelamatan, warga sempat memberikan bambu agar keduanya bisa bertahan dan naik ke tepi kali.
Namun, situasi tidak berjalan mulus. Dari dua pelajar yang masuk ke aliran kali, hanya satu yang berhasil diselamatkan. MAM diduga tidak mampu berenang dan akhirnya tenggelam di lokasi kejadian.
Pencarian Melibatkan Tim SAR
Pencarian terhadap korban sempat berlangsung dengan melibatkan tim SAR. Setelah dilakukan penyisiran, jasad MAM akhirnya ditemukan. Kondisi kali yang berlumpur tebal diduga memperburuk keadaan dan membuat korban semakin sulit bergerak di air.
Polisi kini masih menelusuri rangkaian kejadian yang memicu insiden tersebut. Sejumlah saksi telah diperiksa, sementara rekaman CCTV juga ditelaah untuk melihat aktivitas sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Dari pemeriksaan itu, kepolisian berupaya memastikan duduk perkara tawuran sekaligus memahami motif yang melatarbelakanginya.
Penelusuran Masih Berjalan
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan tambahan untuk memetakan peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut. Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi kekerasan remaja bukan hanya soal bentrok singkat di jalan, tetapi juga bisa berujung pada hilangnya nyawa dalam hitungan menit.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
