Tayangan Kontroversial Xpose Trans7: Kebencian dan Permusuhan
Ketua Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta, KH Jamaluddin F Hasyim, melontarkan kecaman keras terhadap tayangan di Trans7 yang dinilai memantik kebencian dan permusuhan di tengah masyarakat. Sorotan utamanya tertuju pada isi tayangan yang disebut telah menyeret nama kiai sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH Anwar Manshur, dalam narasi yang dianggap tidak pantas.
Kiai Jamaluddin Nilai Tayangan Melukai Marwah Ulama
Menurut Kiai Jamaluddin, tayangan tersebut bukan sekadar keliru dalam penyajian, tetapi telah menyentuh wilayah sensitif karena dianggap melecehkan ulama dan lembaga pesantren. Ia menegaskan, kiai dan pondok pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa, termasuk dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi ulama Nusantara selama ini menjadi salah satu fondasi penting bagi terciptanya kedamaian di Indonesia. Dalam pandangannya, peran itu sejalan dengan nilai Islam rahmatan lil alamin yang menekankan kasih sayang, keteduhan, dan persaudaraan.
Seruan KODI DKI Jakarta untuk Tindakan Tegas
KODI DKI Jakarta secara terbuka menyatakan keberatan atas tayangan Expose Uncensored di Trans7. Pihaknya juga mengutuk isi tayangan tersebut karena dinilai tidak menghormati martabat ulama dan pesantren yang selama ini ikut menjaga moral publik.
Lebih jauh, KODI DKI Jakarta menyerukan agar pihak terkait mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Nama Chairul Tanjung turut disebut dalam desakan itu, dengan harapan ada tindakan nyata agar kejadian serupa tidak kembali muncul di layar televisi.
Pesan dari Kritik yang Menguat
Pernyataan keras dari KODI DKI Jakarta menunjukkan bahwa polemik ini tidak dipandang sebagai persoalan biasa. Bagi mereka, yang dipersoalkan bukan hanya sebuah tayangan, melainkan cara media memperlakukan figur ulama dan institusi pesantren yang punya tempat penting dalam sejarah sosial-keagamaan Indonesia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
