JAKARTA — Suasana Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus 2025 sempat mencair ketika Tim Orkestra Simfoni Praditya Wiratama tampil di Ruang Sidang MKD DPR. Bagi Suwarko, momen itu bukan sekadar hiburan selingan, melainkan bentuk apresiasi yang terasa sangat hangat dari para peserta sidang dan undangan. Ia mengaku terhormat melihat sejumlah hadirin ikut berdiri, menari, hingga menyanyi mengikuti irama yang dibawakan.
Respons Spontan yang Dianggap Suwarko Sebagai Penghormatan
Suwarko menilai reaksi spontan para peserta sidang menggambarkan suasana gembira dalam menyambut peringatan HUT ke-80 RI. Menurut dia, lagu-lagu yang dibawakan orkestra menghadirkan energi ceria dan semangat kebangsaan, sehingga wajar bila respons hadirin begitu antusias. Ia menyebut suasana tersebut sebagai penghormatan yang luar biasa bagi tim yang tampil.
Latihan Sebulan Terbayar di Ruang Sidang
Antusiasme yang muncul di ruang sidang, kata Suwarko, menjadi bukti bahwa persiapan tim orkestra selama sebulan penuh tidak sia-sia. Ia melihat penampilan itu berhasil menangkap suasana perayaan kemerdekaan dengan cara yang ringan, hidup, dan mudah diterima para peserta sidang maupun tamu undangan. Bagi Suwarko, sambutan positif tersebut menunjukkan bahwa kerja keras para pemain orkestra benar-benar sampai ke penonton.
Sidang MKD DPR Tetap Berjalan dengan Agendanya
Di sisi lain, MKD DPR juga tengah menggelar sidang terkait lima anggota parlemen yang dinonaktifkan dari partai masing-masing. Dalam forum itu, majelis meminta keterangan dari sejumlah saksi dan ahli, di antaranya Deputi Persidangan Setjen DPR Suprihartini, ahli kriminologi Adrianus Eliasta, ahli hukum Satya Arinanto, ahli sosiologi Trubus Rahardiansyah, ahli analisis perilaku Gusti Aju Dewi, serta Wakil Koordinator Wartawan Parlemen Erwin Siregar. Suwarko memandang proses ini penting dan berharap hasilnya membawa keputusan yang positif.
Source link
