Motif Pembunuhan Alvaro Terungkap, Polisi Sebut Cemburu Jadi Pemicu Aksi Sadis Ayah Tiri
Kepolisian mengungkap motif di balik pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya, Alex Iskandar. Dari hasil pendalaman, polisi menyebut rasa cemburu menjadi pemicu utama tindakan keji tersebut. Kasus ini kembali menyorot bagaimana konflik rumah tangga dapat berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa seorang anak.
Rasa Cemburu Berujung Balas Dendam
Dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa percakapan digital pelaku menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap motif kasus ini. Dari komunikasi tersebut, penyidik menemukan adanya dorongan emosi dan niat untuk membalas dendam. Pelaku disebut tersulut amarah karena merasa istrinya berselingkuh, lalu menjadikan Alvaro sebagai korban dalam aksi penculikan yang berujung maut.
Pihak keluarga juga menyampaikan hal serupa. Menurut mereka, Alex tersulut cemburu kepada istrinya, Arum, yang nekat pergi ke Malaysia meski sudah dilarang. Dari situ, hubungan keduanya disebut mulai retak dan sempat mengarah pada rencana perceraian. Situasi itu kemudian diduga memperkuat emosi pelaku hingga berujung pada tindakan brutal terhadap Alvaro.
Jejak Kasus yang Berakhir di Pesanggrahan
Alvaro diketahui hilang sejak Maret 2025. Setelah dilakukan pencarian dan penyelidikan, polisi akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Temuan itu sekaligus mengonfirmasi dugaan bahwa anak tersebut menjadi korban kejahatan yang dilakukan orang terdekatnya sendiri.
Alex Iskandar, yang merupakan ayah tiri Alvaro, diketahui menikah dengan ibu korban sejak 2023. Hubungan keluarga yang semula tampak biasa justru menyimpan persoalan yang berujung fatal. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang membuat rasa cemburu berubah menjadi motif penculikan dan pembunuhan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
