Xiaomi Ubah Arah Penjualan Smartphone, Tak Lagi Andalkan Banyak Model
Xiaomi mulai menata ulang cara mereka menjual smartphone. Setelah lama dikenal agresif merilis banyak model melalui lini Xiaomi, Redmi, Poco, dan Civi, perusahaan asal China itu kini memilih langkah yang lebih ramping dan terukur. Alih-alih membanjiri pasar dengan terlalu banyak pilihan, Xiaomi ingin memperjelas posisi tiap produk dan memusatkan strategi pada efisiensi.
Penjualan Smartphone Mulai Melambat
Perubahan ini bukan tanpa alasan. Dalam laporan keuangan kuartal II-2025, Xiaomi mencatat penjualan smartphone turun 2 persen secara tahunan. Kondisi itu terjadi di saat pengiriman global smartphone justru tumbuh 4 persen pada periode yang sama. Artinya, Xiaomi tidak sepenuhnya ikut menikmati momentum pemulihan pasar.
Di sisi lain, bisnis non-smartphone Xiaomi justru menunjukkan kinerja yang lebih sehat. Segmen AIoT dan kendaraan listrik dilaporkan tumbuh positif, memperkuat sinyal bahwa sumber pertumbuhan perusahaan kini tidak lagi bertumpu pada ponsel semata.
Smartphone Tetap Jadi Pusat Ekosistem
Meski perannya tidak lagi menjadi mesin pertumbuhan utama, smartphone tetap ditempatkan sebagai inti dari visi Human-Car-Home yang diusung Xiaomi. Ponsel diposisikan sebagai penghubung utama antara perangkat rumah, mobil, dan berbagai produk lain dalam ekosistem perusahaan.
Untuk menopang arah itu, Xiaomi menetapkan empat fokus pendapatan: siklus pembaruan software yang lebih panjang, platform software global yang seragam, perangkat keras yang lebih awet, serta integrasi ekosistem yang lebih dalam. Strategi ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak sekadar mengejar penjualan unit, tetapi juga ingin membangun keterikatan pengguna dalam jangka panjang.
Redmi, Xiaomi, Poco, dan Civi Dibuat Lebih Tegas
Salah satu masalah yang ikut menekan performa smartphone Xiaomi adalah tumpang tindih antar lini produk. Kehadiran banyak sub-brand kerap membuat posisi masing-masing model kurang jelas di mata konsumen. Selain itu, transisi dari MIUI ke HyperOS, serta melemahnya pasar India, juga ikut memberi tekanan pada bisnis ponsel mereka.
Karena itu, Xiaomi kini memberi peran yang lebih tegas untuk tiap sub-brand. Redmi diposisikan untuk segmen mass market, Xiaomi untuk kelas menengah hingga premium, Poco untuk pengguna yang mengejar performa, dan Civi untuk pasar yang menonjolkan desain. Dengan pemetaan yang lebih rapi, Xiaomi berharap strategi penjualan mereka bisa kembali solid dan tidak lagi saling bertabrakan di pasar.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
