Respon Pemda terhadap Kepedulian Presiden Prabowo dalam Bencana
Di tengah upaya pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah pusat tidak boleh berhenti pada pengiriman logistik semata. Menurut dia, langkah paling mendasar justru ada pada pendataan kerusakan yang lengkap dan penyusunan rencana aksi yang jelas agar penanganan bisa berlanjut secara terukur.
Pendataan Jadi Kunci Pemulihan
Alex menilai, tanpa data yang rinci, pemerintah pusat berisiko hanya memberi bantuan sesaat tanpa tindak lanjut yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bergerak cepat menyusun gambaran kerusakan, kebutuhan mendesak, serta prioritas pemulihan di wilayah terdampak. Hal ini penting agar respons terhadap bencana tidak terputus di tahap awal.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Presiden Prabowo sebagai bentuk kepedulian patut diapresiasi oleh kepala daerah. Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak membiarkan daerah menghadapi bencana sendirian, dan momentum ini seharusnya dijawab dengan koordinasi yang lebih solid di tingkat daerah.
Fiskal Daerah Semakin Terbatas
Alex yang juga Ketua PDIP Sumatera Barat menyoroti kondisi keuangan daerah yang dinilainya makin sempit. Ia menyebut mayoritas kategori keuangan daerah di Sumatera Barat berada pada level sangat rendah, termasuk tujuh daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Dalam situasi seperti ini, kemampuan daerah untuk bergerak cepat tentu semakin terbatas.
Ia menambahkan, kebijakan pemotongan dana transfer ke daerah oleh Kementerian Keuangan ikut mempersempit ruang fiskal pemerintah daerah. Karena itu, dukungan dari pusat menjadi sangat penting, terutama saat daerah sedang menghadapi beban tambahan akibat banjir dan longsor.
Koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga
Di sisi lain, Alex menyebut koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah mitra kerja di Komisi IV, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bulog, Bapanas, hingga Kementerian Kehutanan. Langkah ini diarahkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak bisa ditangani secara lebih menyeluruh, termasuk sektor pertanian dan pangan.
Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi sudah terjalin dengan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian. Dari komunikasi itu, muncul komitmen untuk menyalurkan bantuan bibit kepada petani yang terdampak banjir dan longsor. Bagi Alex, bantuan semacam ini menjadi bagian penting dari respons darurat, karena pemulihan tidak hanya menyangkut rumah warga, tetapi juga sumber penghidupan mereka.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
