Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan langkah khusus yang disiapkan pemerintah sebagai respons terhadap kerusakan usaha dan terhentinya aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, Maman menyampaikan bahwa rapat dengan 44 penyalur akan dilaksanakan untuk memetakan UMKM terdampak di tiga provinsi serta merumuskan insentif yang tepat. Penanganan yang diusulkan harus mempertimbangkan tingkat kerusakan dengan kerjasama yang sinkron antara pihak terkait. Prioritas utama pemerintah dalam penanganan ini adalah perlindungan bagi UMKM yang terdampak, sesuai pesan dari Pak Prabowo.
Sementara itu, Bank Sumut menjadi salah satu lembaga keuangan yang terdampak secara operasional, dengan 339 debitur UMKM di Sumatera Utara terkena dampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Direktur Keuangan dan TI Bank Sumut, Arieta Aryanti, mengungkap bahwa pihaknya telah melakukan pendataan lapangan dan asesmen kondisi usaha debitur. Bank Sumut telah menyiapkan alternatif penanganan kredit sesuai regulasi OJK agar pemulihan usaha UMKM dapat berjalan efisien.
Penerapan Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2022 menjadi landasan bagi Bank Sumut dalam mendukung pemulihan UMKM, meliputi restrukturisasi kredit, penetapan ulang kualitas kredit, dan pemberian pembiayaan baru. Keputusan pemerintah pada rapat Senin mendatang diharapkan menjadi momentum penting untuk aksi cepat pemulihan usaha UMKM. Bank Sumut berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, daerah, dan penyalur pembiayaan lainnya guna memastikan pemulihan usaha berjalan lancar dan membantu masyarakat kembali memulai usaha mereka.

