Profesor Ekonomi dari Universitas Andalas, Prof. Syafruddin Karimi, mengkritik kurangnya pernyataan tegas dan kerangka kebijakan dari pemerintah pusat terkait bencana di Sumatera. Menurutnya, hingga hari ke-12, publik hanya mendengar komentar normatif tanpa arahan kebijakan yang jelas. Syafruddin menekankan pentingnya bukti bahwa pemerintah menganggap bencana ini sebagai guncangan makroekonomi serius, terutama dengan dampak besar pada infrastruktur, rumah, pertanian, dan warga yang harus mengungsi. Ia meminta Menteri Keuangan untuk segera mengumumkan paket fiskal darurat dan realokasi belanja APBN untuk pemulihan Sumatera. Selain itu, Bank Indonesia dan OJK juga diminta untuk memastikan likuiditas bank di daerah bencana agar tidak merugikan debitur yang terdampak. Pemerintah diharapkan memberikan dukungan dan insentif bagi UMKM, restrukturisasi tagihan pajak, serta perlindungan bagi perusahaan yang mempertahankan tenaga kerja di wilayah terdampak. Overall, Syafruddin menekankan pentingnya respons cepat dan berkualitas dari pemerintah untuk mengatasi dampak bencana dan mendukung pemulihan ekonomi Sumatera.
Kritik Kebijakan Fiskal-Moneter di Sumatera dalam Dua Pekan Bencana
Date:

