The Impact of Heat on Children’s Literacy-Numeracy Skills: A Study

Date:

The Impact of Heat on Children’s Literacy-Numeracy Skills: A Study

Peningkatan suhu bumi akibat perubahan iklim kini tak lagi hanya dibaca sebagai persoalan lingkungan. Sebuah studi terbaru menunjukkan, panas ekstrem juga dapat ikut mengganggu fondasi penting perkembangan anak usia dini: kemampuan membaca dan berhitung. Temuan ini memperlihatkan bahwa krisis iklim punya dampak yang jauh lebih dekat ke kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang belajar anak-anak.

Panas di Atas 30°C Berkaitan dengan Turunnya Kemampuan Dasar

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry itu menganalisis 19.607 anak usia tiga hingga empat tahun dari sejumlah negara. Para peneliti menilai data perkembangan anak, kondisi rumah, serta faktor iklim menggunakan Early Childhood Development Index dan data dari Multiple Indicator Cluster Surveys.

Hasilnya cukup tegas: anak-anak yang terpapar suhu di atas 30 °C memiliki kemungkinan 5 hingga 6,7 persen lebih kecil untuk mencapai kemampuan literasi dan numerasi dasar dibandingkan anak yang hidup dalam suhu lebih rendah. Artinya, panas berlebih bukan sekadar membuat tidak nyaman, tetapi juga berpotensi memengaruhi proses tumbuh kembang yang krusial pada masa awal kehidupan.

Dampak Lebih Berat pada Keluarga Rentan

Jorge Cuartas, asisten profesor psikologi terapan di NYU Steinhardt, menjelaskan bahwa panas berlebihan membawa dampak negatif bagi anak-anak usia dini di berbagai negara. Namun, temuan studi ini juga menunjukkan bahwa beban paling berat tidak dirasakan semua anak secara merata.

Dampak terbesar muncul pada anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi lebih lemah, rumah yang akses air bersihnya terbatas, serta wilayah perkotaan yang padat. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat anak lebih rentan ketika suhu meningkat, baik dari sisi kesehatan maupun perkembangan kemampuan dasar mereka.

Peringatan untuk Kebijakan Perlindungan Anak

Studi ini menambah alasan mengapa isu perubahan iklim tidak bisa dipisahkan dari kebijakan perlindungan anak. Cuartas menekankan pentingnya kesadaran bahwa perkembangan anak harus tetap dijaga di tengah kondisi iklim yang makin ekstrem. Bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi, hasil ini menjadi sinyal bahwa langkah pencegahan perlu dipikirkan lebih serius, terutama untuk kelompok yang paling rentan terhadap paparan panas.

Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Dampak Asap Kebakaran Hutan pada Orangutan: Perlindungan dan Konservasi

Orangutan Sempurna Meninggal Akibat Karhutla di Kalimantan Barat Peristiwa meninggalnya...

25 Pekerja Gugat Bakrie, Tuntut Rp12 Miliar: Berita Terbaru

25 Pekerja Gugat Tiga Perusahaan Bakrie, Tuntut Rp12 Miliar Berdasarkan...

Pencuri Celurit di Sudirman Ditangkap: Berita Terbaru

Polisi Tangkap Pria Pencuri dengan Celurit di Sudirman Jakarta -...

Penari Muda Indonesia Membuat Kejayaan di Thailand

Tim Penari Muda Indonesia Raih Kemenangan Gemilang di Thailand Sebuah...