Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Hj. Ida Pionir: Tantangan Global
Di tengah derasnya arus perubahan global, penguatan nilai kebangsaan kembali ditegaskan lewat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar oleh Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Parahyangan Ciamis pada Kamis itu menghadirkan beragam unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Forum ini menjadi ruang penting untuk mengingatkan bahwa identitas bangsa tidak boleh luntur hanya karena zaman bergerak cepat.
Empat Pilar sebagai fondasi yang tak boleh rapuh
Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kembali ditekankan sebagai dasar yang menjaga arah kehidupan berbangsa. Dalam suasana sosialisasi yang berlangsung interaktif, Hj. Ida menyoroti bahwa pemahaman terhadap empat pilar tidak cukup berhenti pada pengenalan konsep. Menurutnya, nilai-nilai itu harus hadir dalam sikap sehari-hari, baik dalam cara bermasyarakat, bernegara, maupun dalam menghadapi perbedaan.
Menjangkau generasi muda dengan pesan kebangsaan
Hj. Ida menegaskan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar agenda seremonial. Sosialisasi Empat Pilar, katanya, merupakan bentuk komitmen anggota MPR RI untuk terus menanamkan semangat kebangsaan kepada publik, terutama generasi muda. Ia mendorong agar anak-anak muda tidak hanya mengetahui isi Empat Pilar, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi, sesi tanya jawab, dan sejumlah testimoni yang mewarnai jalannya acara.
Ajakan menjaga persatuan di tengah tantangan
Dalam pesannya, Hj. Ida mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai tanggung jawab bersama. Ia juga menekankan peran masyarakat dalam merawat demokrasi, memperkuat gotong royong, serta menolak radikalisme dan intoleransi. Empat Pilar, dalam pandangannya, ibarat tiang penyangga yang membuat bangunan Indonesia tetap kokoh. Tanpa kesadaran kolektif untuk menjaganya, keutuhan bangsa akan mudah goyah di tengah berbagai tekanan zaman.
Melalui kegiatan di Ciamis tersebut, pesan yang dibawa menjadi jelas: kebangsaan bukan hanya slogan, melainkan sikap yang harus terus dirawat, terutama saat perbedaan dan perubahan kian mudah memecah perhatian publik.
Source link
