Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat membaca dampak gejolak global yang mulai menekan sejumlah indikator penting, mulai dari harga energi, nilai tukar rupiah, hingga arah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menurut Puan, situasi yang berkembang saat ini tidak bisa dibiarkan tanpa antisipasi karena efeknya berpotensi langsung dirasakan masyarakat di dalam negeri.
DPR Soroti Risiko ke Harga Energi dan Rupiah
Puan menegaskan, DPR telah menyampaikan dorongan agar pemerintah menyiapkan langkah mitigasi sejak awal. Ia menilai pelemahan rupiah dan gejolak harga energi perlu dipantau serius karena keduanya dapat merembet ke banyak sektor ekonomi domestik. Dalam pandangannya, kebijakan fiskal harus disesuaikan dengan kondisi global yang terus berubah agar APBN 2026 tetap relevan dan tidak terbebani situasi eksternal.
Ia juga menyebut DPR akan meminta penjelasan lebih lanjut dari pemerintah melalui komisi terkait saat masa sidang dimulai. Langkah itu menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR untuk memastikan respons pemerintah tetap terukur dan tidak menambah tekanan bagi masyarakat.
Menjelang Idulfitri, Beban Warga Jadi Perhatian
Selain persoalan global, DPR juga menyoroti kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat menjelang Idulfitri, termasuk biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok. Puan menilai, pada periode seperti ini, setiap kenaikan harga atau kebijakan yang kurang tepat bisa langsung dirasakan warga, terutama kelompok yang paling rentan terhadap tekanan ekonomi.
Karena itu, DPR mendorong pemerintah agar setiap langkah antisipasi benar-benar memperhitungkan dampaknya di lapangan. Fokus utamanya, kata Puan, adalah memastikan kebijakan yang diambil tidak justru memperberat rakyat di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
