ASUS kembali mendorong batas mini PC lewat NUC 16 Pro Copilot+, perangkat mungil yang disiapkan untuk kebutuhan kerja modern yang makin bergantung pada AI. Bukan sekadar ringkas, produk ini diposisikan sebagai mesin komputasi serius untuk kreator, developer, dan profesional yang membutuhkan performa tinggi tanpa harus membawa perangkat besar.
Mini PC kecil, tenaga besar untuk beban kerja AI
ASUS mengumumkan kehadiran Mini PC NUC 16 Pro sebagai PC Copilot+ generasi terbaru yang menggabungkan akselerasi kecerdasan buatan, konektivitas modern, dan desain hemat ruang. Perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 3 terbaru, dengan opsi hingga Intel Core Ultra X9, yang dipasangkan dengan grafis Intel Arc B390. ASUS menyebut kombinasi tersebut mampu menghadirkan peningkatan performa grafis hingga 1,5 kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Di sektor AI, NUC 16 Pro dibekali NPU 50 TOPS yang diklaim sanggup menghasilkan hingga 180 Platform TOPS. Angka ini dirancang untuk mendukung pemrosesan AI secara real-time, mulai dari analitik data, konferensi video berbasis AI, penerjemahan bahasa, sampai kolaborasi digital yang semakin intens di lingkungan kerja profesional.
Dirancang untuk Edge AI dan efisiensi kerja
ASUS menempatkan NUC 16 Pro sebagai perangkat yang cocok untuk skenario Edge AI, yakni pemrosesan AI yang dilakukan langsung di perangkat. Pendekatan ini penting karena menawarkan latensi rendah sekaligus menjaga keamanan data tetap lebih terkontrol. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ASUS menyematkan memori LPDDR5x hingga 96GB dengan kecepatan 8533 MT/s.
Perusahaan menyebut konfigurasi ini mampu memberikan performa hingga 20 persen lebih cepat, sekaligus memangkas konsumsi daya hingga 50 persen dibanding generasi sebelumnya. Artinya, mini PC ini tidak hanya mengejar kencang, tetapi juga efisien saat dipakai menjalankan aplikasi berat dan beban kerja berbasis AI dalam durasi panjang.
Konektivitas lengkap, pendinginan disiapkan untuk kerja nonstop
Dari sisi konektivitas, ASUS membekali NUC 16 Pro dengan Intel WiFi 7 dan Bluetooth 6.0 untuk sambungan nirkabel yang lebih stabil dan rendah latensi. Ada pula dual LAN 2.5G yang bisa menjadi jalur cadangan jaringan, penting untuk lingkungan kerja yang menuntut koneksi tanpa putus. Untuk tampilan, perangkat ini mendukung multi-monitor lewat dua port HDMI 2.1 dan DisplayPort tambahan.
Port yang tersedia juga cukup beragam: tiga USB 3.2 Gen2 10G di bagian depan, lalu dua Thunderbolt 4 dan dua USB 3.2 Gen2 10G di bagian belakang. ASUS turut membekali perangkat ini dengan sistem pendingin baru, terdiri dari dua kipas exhaust CPU, tiga heat pipe, dan struktur fin array di kedua sisi. Semua itu dirancang agar panas cepat dibuang tanpa membuat suara bising berlebihan.
Upgrade mudah, keamanan ikut diperkuat
NUC 16 Pro hadir dalam chassis 0,7 liter dengan dimensi 144 x 122 x 41 mm. Di balik bodinya yang kecil, ASUS menyematkan desain Tool-less Chassis 2.0 yang memudahkan proses upgrade tanpa alat tambahan, termasuk pemasangan dual SSD M.2. Di sisi software, ada ASUS AI SuperBuild yang memungkinkan pengguna menjalankan Large Language Models (LLM) secara lokal tanpa koneksi internet, sehingga proses AI tetap berjalan dengan privasi yang lebih terjaga.
Untuk ketahanan, perangkat ini telah melalui pengujian standar MIL-STD-810H dan dibekali fTPM 2.0 untuk keamanan tingkat perusahaan serta dukungan konsep Zero Trust. ASUS menyebut NUC 16 Pro disiapkan untuk penggunaan jangka panjang dengan downtime minimal. Soal harga dan ketersediaan, perusahaan meminta pengguna menghubungi perwakilan resmi ASUS di masing-masing wilayah. Source link
