Penguatan Ekosistem Peternakan: Solusi Serap Lapangan Kerja

Date:

Penguatan Ekosistem Peternakan: Solusi Serap Lapangan Kerja

Penguatan ekosistem peternakan kini tidak lagi sekadar urusan produksi pangan, melainkan bagian penting dari strategi besar pemenuhan gizi nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap produk pertanian, peternakan, dan perikanan yang berkualitas, sektor ini dinilai mampu memberi dampak berlapis: membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi petani, sekaligus menopang keberhasilan program gizi pemerintah.

Rantai Pasok Jadi Kunci

Menurut Sony, keberhasilan program pemenuhan gizi nasional sangat bergantung pada kekuatan rantai pasok produk pangan. Jika permintaan terhadap bahan pangan berkualitas terus meningkat, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga pelaku di hulu, termasuk petani dan peternak. Dalam konteks ini, penguatan ekosistem peternakan menjadi fondasi agar pasokan tetap stabil dan kualitas produk terjaga.

Data International Dairy Federation (IDF) 2023 menunjukkan bahwa program susu sekolah telah memberi manfaat kepada lebih dari 160 juta anak di seluruh dunia, terutama melalui skema makan di sekolah. Fakta ini memperlihatkan bahwa produk peternakan, khususnya susu, memiliki peran strategis dalam mendukung agenda gizi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga secara global.

Peternak Kecil Masih Hadapi Banyak Hambatan

Di Indonesia, peternak sapi perah masih didominasi skala kecil hingga menengah. Kondisi itu membuat mereka rentan menghadapi berbagai kendala, mulai dari akses terhadap bibit unggul, ketersediaan pakan berkualitas, hingga pemanfaatan teknologi pengelolaan peternakan. Tanpa dukungan yang memadai, tantangan tersebut bisa menghambat produktivitas dan memperlemah daya saing mereka di tengah kebutuhan pasar yang terus tumbuh.

Karena itu, industri pengolahan susu skala besar dituntut tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada keberlanjutan bahan baku dari peternak lokal. Hubungan yang sehat antara industri dan peternak menjadi penentu agar pasokan susu tetap terjaga dan tidak bergantung pada sumber yang rapuh.

Kolaborasi Lintas Sektor Dibutuhkan

Sony menilai penguatan sektor peternakan, terutama sapi perah, merupakan langkah penting untuk mendukung program pemenuhan gizi nasional secara berkelanjutan. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar transformasi industri peternakan bisa berjalan lebih kuat dan lebih adil bagi pelaku di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah juga disebut perlu hadir lebih aktif melalui akses teknologi, pembiayaan, dan pendampingan bagi peternak lokal. Dukungan tersebut bukan hanya membantu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, sehingga ekosistem peternakan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang untuk tujuan yang lebih besar.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Harris Arthur Hedar Kembali Posisi Komisaris Independen WIKA

Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jabat Komisaris Independen WIKA Pada...

Raperda DKI: Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Gubernur DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Raperda untuk Pelindungan Perempuan Jakarta...

Kasus Bea Cukai: KPK Buka Peluang Jerat Pengusaha Rokok

KPK Mendalami Konstruksi Hukum Terkait Dugaan Pemberian Uang dari...

Penanganan Kriminal dan Peredaran Narkoba: Dari Lapas hingga Parkir Liar

Peristiwa Kriminal di Jakarta: Dari Peredaran Narkoba di Lapas...