Pengembangan transportasi publik terintegrasi, terutama MRT Jakarta, dipandang sebagai faktor kunci dalam mengubah kawasan tersebut. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan hal ini dalam acara Intimate Dialogue Kota Tua Update di Balai Kota DKI Jakarta. Menurutnya, kehadiran MRT di Kota Tua akan membawa perubahan yang signifikan pada tahun 2029.
Pemprov DKI juga sedang mendorong elektrifikasi jalur kereta yang ada di wilayah utara Jakarta, termasuk rute ke Tanjung Priok dan Jakarta International Stadium (JIS). Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi emisi. Menurut Pramono, konversi jalur kereta tua menjadi jalur kereta listrik akan berdampak positif pada sistem transportasi di bagian utara Jakarta.
Dengan jarak sekitar 16 kilometer pada tahap awal, proyek ini diperkirakan akan berkembang menjadi sekitar 28 kilometer pada tahap selanjutnya. Pramono menjelaskan bahwa ini bukanlah pembangunan baru, melainkan pemanfaatan kembali jalur kereta nonlistrik menjadi jalur kereta listrik yang lebih ramah lingkungan.
