Buruh Indonesia Memperingati May Day 2026 dengan Tuntutan Keadilan
Pada peringatan May Day 2026, Ketua Umum Segara, Rustam Efendi, menegaskan pentingnya keadilan bagi buruh sebagai pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Dalam keterangannya yang diterima oleh redaksi di Jakarta pada tanggal 28 April 2026, Rustam Efendi menyatakan bahwa tanpa buruh yang kuat, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi slogan belaka.
Tuntutan Segara untuk Buruh Indonesia
Segara menyampaikan empat tuntutan utama dalam rangka May Day 2026. Salah satunya adalah perjuangan untuk upah yang layak dan sistem alih daya yang tertata dengan baik. Pemerintah didesak untuk menetapkan formula upah nasional yang mencerminkan kebutuhan hidup layak secara nyata, serta menertibkan praktik outsourcing yang melanggar hukum.
Selain itu, Segara juga memperjuangkan jaminan sosial yang merata bagi seluruh pekerja, termasuk buruh informal, migran, dan pekerja platform digital. Revolusi keterampilan sebagai bentuk menghadapi perkembangan teknologi juga menjadi salah satu tuntutan utama. Segara menegaskan perlunya revitalisasi program pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri untuk menghindari dampak otomasi dan AI terhadap buruh.
Dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Rustam Efendi juga memberikan dukungan penuh terhadap Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia melihat misi pembangunan lapangan kerja berkualitas dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kompas perjuangan buruh Indonesia saat ini. Dukungan juga diberikan terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam menciptakan 19 juta lapangan kerja berkualitas melalui upaya hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Rustam Efendi menegaskan bahwa Segara siap berdiri di garis terdepan untuk mengawal Asta Cita Presiden Prabowo, sebagai mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah. Kesejahteraan buruh tidak boleh hanya menjadi wacana, namun harus dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
