Polisi Periksa 36 Saksi Usut Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Kepolisian terus menelusuri penyebab kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, dengan memeriksa puluhan pihak yang diduga mengetahui rangkaian kejadian. Hingga kini, Polda Metro Jaya sudah meminta keterangan dari 36 saksi untuk memperjelas duduk perkara insiden maut yang terjadi pada Senin malam itu.
36 Saksi Sudah Diperiksa
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan para saksi yang dimintai keterangan berasal dari berbagai unsur yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan peristiwa tersebut. Pemeriksaan ini menjadi salah satu langkah awal untuk menyusun kronologi secara utuh sebelum penyidik menarik kesimpulan lebih jauh.
Selain memeriksa saksi, penyidik juga akan melanjutkan proses klarifikasi, wawancara, dan rangkaian investigasi lain yang dianggap perlu. Polisi tidak hanya mengandalkan keterangan lisan, tetapi juga mencocokkannya dengan bukti-bukti lapangan agar peristiwa dapat dipahami secara menyeluruh.
Pengemudi Taksi dan Laboratorium Forensik Akan Diperiksa
Dalam tahap berikutnya, polisi berencana memeriksa Richard Rudolf Passelima, pengemudi taksi Green SM, bersama Pusat Laboratorium Forensik. Pemeriksaan itu dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 7 Mei mendatang.
Langkah tersebut penting untuk menguatkan hasil penyidikan, terutama karena kecelakaan ini melibatkan kendaraan yang mogok di perlintasan sebidang sebelum akhirnya dihantam KRL yang melintas. Polisi ingin memastikan seluruh unsur kejadian dapat dipetakan dengan akurat, termasuk kondisi kendaraan, situasi di lokasi, dan faktor-faktor yang memicu tabrakan.
16 Orang Tewas, Puluhan Luka-Luka
Insiden di Stasiun Bekasi Timur itu menelan korban jiwa sebanyak 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Peristiwa ini menyita perhatian publik karena terjadi di titik yang seharusnya menjadi area pengamanan lalu lintas kereta, namun justru berujung pada tragedi besar.
Polisi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengumpulkan barang bukti, menghadirkan saksi ahli, serta menindaklanjuti hasil visum dari rumah sakit. Seluruh langkah tersebut diarahkan agar penyelidikan berjalan komprehensif dan transparan, sekaligus memberi gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana kecelakaan di Bekasi Timur itu bisa terjadi.
Source link
